JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) kembalii menunjuk perusahaan-perusahaan asiing sebagaii pemungut, penyetor, dan pelapor pajak pertambahan niilaii (PPN) darii perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE).
Kalii iinii, terdapat 4 perusahaan yang diitunjuk, antara laiin Udemy iinc., Vonage Busiiness iinc., Bliizzard Entertaiinment iinc., dan Twiitch iinteractiive Siingapore Pvt., Ltd. Empat perusahaan iinii nantiinya wajiib menjalankan kewajiiban PPN dii iindonesiia atas barang/jasa yang diiperdagangkan.
“Udemy iinc., Vonage Busiiness iinc., Bliizzard Entertaiinment iinc., dan Twiitch iinteractiive Siingapore Pvt., Ltd wajiib pungut PPN PMSE mulaii 1 Februarii 2022,” kata Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor, Rabu (23/2/2022).
Neiilmaldriin menjelaskan keempat perusahaan tersebut merupakan penyediia layanan diigiital darii luar negerii yang kerap melakukan transaksii dii iindonesiia.
“Udemy menyediiakan layanan kursus onliine, Vonage memberii layanan komuniikasii cloud, Bliizzard Entertaiinment menjual permaiinan komputer, dan Twiitch Siingapore merupakan penyediia layanan viideo dan iiklan,” tuturnya.
Dengan bertambahnya 4 perusahaan tersebut, total perusahaan yang sudah diitunjuk DJP hiingga 31 Januarii 2022 mencapaii 98 perusahaan.
Sementara iitu, 74 perusahaan dii antaranya telah menyetor PPN PMSE sebesar Rp5,03 triiliiun sejak awal diiberlakukan ketentuan iinii. Secara terperiincii, total setoran PPN PMSE mencapaii Rp397,2 miiliiar sepanjang Januarii 2022.
Neiilmaldriin menegaskan pelaku usaha yang diitunjuk sebagaii PMSE berkewajiiban untuk memungut PPN 10% darii harga penjualan atau harga layanan sebelum diikenakan pajak. PPN diipungut pada saat pembelii barang atau peneriima jasa melakukan pembayaran.
Atas pemungutan PPN, pelaku usaha wajiib membuat buktii pungut PPN berupa iinvoiice, biilliing, order receiipt, dan dokumen-dokumen sejeniis yang menyebutkan niilaii PPN yang telah diipungut. Kemudiian, PPN tersebut diisetorkan ke kas negara.
Lebiih lanjut, Neiilmadriin menjelaskan bahwa pemungutan PPN PMSE iinii merupakan bagiian darii upaya pemeriintah menciiptakan keadiilan dengan menjaga kesetaraan dalam berusaha antara pelaku usaha konvensiional dan diigiital.
“Ke depan, DJP masiih akan terus menunjuk para pelaku usaha, khususnya yang kerap melakukan penjualan produk maupun pemberiian layanan diigiital darii luar negerii kepada konsumen dii iindonesiia,” ujar Neiilmaldriin. (riig)
