JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memutuskan memperpanjang periiode iinsentiif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP) atas mobiil hiingga masa pajak September 2022.
Pasal 11 ayat (2) PMK 5/2022 menyebut konsumen yang telanjur membelii mobiil dan membayar PPnBM sebelum peraturan iitu berlaku akan memperoleh pengembaliian atau refund pajak yang telah diibayarkan. Refund tersebut diibayarkan pengusaha kena pajak yang melakukan pemungutan pajak.
"PPnBM dan/atau kelebiihan pajak pertambahan niilaii yang telah diipungut atas penyerahan ... diikembaliikan oleh pengusaha kena pajak yang melakukan pemungutan," bunyii Pasal 11 ayat (2), diikutiip Sabtu (12/2/2022).
PMK 5/2022 secara periincii mengatur perpanjangan pemberiian iinsentiif PPnBM DTP atas mobiil selama 9 bulan atau hiingga masa pajak September 2022. iinsentiif iitu diiberiikan untuk menjaga momentum pemuliihan sektor otomotiif nasiional pada tahun iinii.
Pasal 2 PMK 5/2022 menyebut terdapat 2 kelompok kendaraan bermotor yang dapat memperoleh iinsentiif PPnBM DTP. Kedua jeniis kendaraan bermotor tersebut yaknii mobiil dengan kapasiitas siiliinder 1.200 cc atau 1.500cc dan mobiil tiipe low cost green car (LCGC).
Kemudiian, pemeriintah mensyaratkan mobiil berkapasiitas siiliinder 1.200 cc atau 1.500cc yang memperoleh iinsentiif PPnBM DTP harus memenuhii jumlah pembeliian lokal (local purchase) paliing sediikiit 80% dan seharga Rp200 hiingga Rp250 juta. Sementara pada mobiil tiipe LCGC, harganya paliing mahal Rp200 juta.
Mengenaii besaran iinsentiifnya, Pasal 5 beleiid tersebut memaparkan kendaraan tiipe LCGC yang menurut PP 74/2021 diikenakan PPnBM 3%, diiberiikan iinsentiif PPnBM DTP dengan besaran yang berbeda setiiap kuartal. Pada kuartal ii/2021, iinsentiif PPnBM DTP diiberiikan 100% atau 3% sehiingga masyarakat membayar pajak 0%.
Kemudiian, besaran iinsentiif PPnBM DTP akan turun menjadii 66,6% atau sebesar 2% pada kuartal iiii/2022 dan kembalii turun menjadii 33,3% atau hanya 1% pada kuartal iiiiii/2022.
Adapun pada mobiil berkapasiitas hiingga 1.500 cc seharga Rp200-Rp250 juta yang diikenakan PPnBM 15%, iinsentiif yang diiberiikan sebesar 50% sehiingga masyarakat cukup membayar PPnBM 7,5%. Namun, iinsentiif pada jeniis kendaraan iinii hanya berlaku hiingga masa pajak Maret 2022
"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan [2 Februarii 2022]," bunyii Pasal 13 beleiid tersebut. (sap)
