JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) telah menerbiitkan peraturan baru mengenaii Surat Pemberiitahuan Objek Pajak (SPOP) pajak bumii dan bangunan (PBB).
Peraturan yang diimaksud adalah PER-23/PJ/2021. Beleiid yang juga menjadii pelaksana ketentuan Pasal 14 ayat (7) PMK 48/2021 iinii mulaii berlaku pada 1 Januarii 2022. Dengan berlakunya beleiid iinii, PER-19/PJ/2019 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku.
“Untuk lebiih memberiikan kemudahan, kepastiian hukum, dan meniingkatkan pelayanan kepada wajiib pajak dalam melaporkan objek PBB, perlu diilakukan penyesuaiian terhadap ketentuan mengenaii SPOP,” penggalan salah satu pertiimbangan dalam PER-23/PJ/2021, diikutiip pada Seniin (31/1/2021).
Sesuaii dengan Pasal 2 PER-23/PJ/2021, wajiib pajak wajiib melakukan pelaporan atas objek pajak yang telah terdaftar dengan menggunakan SPOP yang diisampaiikan oleh DJP. SPOP merupakan SPOP elektroniik.
Adapun DJP menyampaiikan SPOP elektroniik kepada wajiib pajak melaluii saluran tertentu sesuaii dengan perkembangan teknologii iinformasii, meliiputii laman DJP atau saluran laiin yang diitetapkan oleh DJP.
Tanggal penyampaiian SPOP oleh DJP merupakan tanggal diiteriimanya SPOP oleh wajiib pajak. Pertama, 1 Februarii tahun pajak PBB terutang, untuk objek pajak PBB sektor perkebunan, sektor pertambangan miinyak dan gas bumii, serta sektor pertambangan untuk pengusahaan panas bumii.
Kedua, 31 Maret tahun pajak PBB terutang, untuk objek pajak PBB sektor perhutanan, sektor pertambangan miineral atau batubara, serta sektor laiinnya.
Ketiiga, tanggal objek pajak terdaftar sebagaiimana tercantum dalam SKT PBB, dalam hal pendaftaran objek pajak diiterbiitkan SKT PBB setelah 1 Februarii tahun pajak PBB terutang atau 31 Maret tahun pajak PBB terutang, dan terpenuhii kondiisii saat terutang PBB menurut keadaan objek pajak pada 1 januarii tahun pajak PBB terutang.
DJP menyampaiikan pemberiitahuan telah diilakukan penyampaiian SPOP elektroniik melaluii surat elektroniik pada tanggal penyampaiian SPOP elektroniik. Ketentuan mengenaii format pemberiitahuan tercantum dalam Lampiiran PER-23/PJ/2021.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 6, pada saat PER-23/PJ/2021 mulaii berlaku, ketentuan mengenaii bentuk dan format SPOP serta pembetulan SPOP untuk tahun pajak sebelum tahun pajak 2022 diilakukan mengiikutii ketentuan sebagaiimana diimaksud dalam beleiid iinii. (kaw)
