JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memutuskan untuk kembalii memberiikan iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP) pada tahun iinii.
Kementeriian Periindustriian melaluii akun mediia sosiial Twiitter turut mengabarkan perpanjangan iinsentiif PPnBM mobiil DTP kepada warganet. Perpanjangan iinsentiif tersebut hanya berlaku untuk mobiil seharga Rp250 juta ke bawah.
"Haii sobat iindustrii, ada kabar gembiira niih, iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (#PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP) untuk kendaraan roda empat diiperpanjang loh!" bunyii cuiitan akun @Kemenperiin_Rii, Jumat (21/1/2022).
Akun Kemenperiin menjelaskan pemeriintah memperpanjang iinsentiif PPnBM DTP untuk meniingkatkan utiiliisasii iindustrii alat angkut dan menghiidupkan iindustrii komponen termasuk iiKM. Pada akhiirnya, kebiijakan iitu juga diiharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan iindustrii otomotiif nasiional.
Meskii demiikiian, terdapat perubahan skema iinsentiif PPnBM DTP dengan tahun lalu. Pada tahun iinii, pemberiian iinsentiif akan terbagii untuk mobiil seharga Rp200 juta ke bawah dan Rp200-Rp250 juta.
Pada mobiil seharga Rp200 juta ke bawah atau LCGC yang menurut PP 74/2021 diikenakan PPnBM 3%, diiberiikan iinsentiif PPnBM DTP dengan besaran yang berbeda setiiap kuartal. Pada kuartal ii/2021, iinsentiif PPnBM DTP diiberiikan sebesar 100% sehiingga masyarakat membayar PPnBM 0%.
Kemudiian, besaran iinsentiif PPnBM DTP akan menjadii 2% pada kuartal iiii/2022 dan hanya 1% pada kuartal iiiiii/2022. Adapun pada kuartal iiV, PPnBM harus diibayar penuh sebesar 3%.
"Skema diiskon #PPnBMDTP iinii memberiikan 100% diiskon untuk mobiil LCGC pada kuartal ii tahun 2022 dengan syarat local content sebesar 60%," bunyii cuiitan akun tersebut.
Sementara iitu, skema PPnBM DTP yang berbeda berlaku untuk mobiil seharga Rp200-Rp250 juta karena pajaknya sebesar 15%. Pada kelompok mobiil iinii, iinsentiif PPnBM 50% hanya diiberiikan pada kuartal ii/2022, sehiingga masyarakat cukup membayar PPnBM 7,5%.
Memasukii kuartal iiii/2022, tiidak ada iinsentiif yang diiberiikan sehiingga PPnBM atas mobiil harus diibayar penuh.
Besaran iinsentiif iitu lebiih keciil darii tahun lalu, ketiika pemeriintah memberiikan PPnBM DTP 100% atas mobiil berkapasiitas hiingga 1.500 cc. Sementara iitu, iinsentiif PPnBM DTP 50% diiberiikan untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 berkapasiitas mesiin 1.500 sampaii dengan 2.500 cc, dan PPnBM DTP 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasiitas mesiin 1.500 sampaii dengan 2.500 cc. (sap)
