PER-24/PJ/2021

Jiika 6 iinii Hal Terjadii, Buktii Pot/Put Uniifiikasii Tetap Perlu Diibuat

Redaksii Jitu News
Sabtu, 08 Januarii 2022 | 19.58 WiiB
Jika 6 Ini Hal Terjadi, Bukti Pot/Put Unifikasi Tetap Perlu Dibuat
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Sesuaii ketentuan dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-24/PJ/2021, pemotong/pemungut PPh harus membuat buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii.

Dalam Pasal 2 ayat (2) diisebutkan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii terdiirii atas buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii berformat standar serta dokumen yang diipersamakan dengan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii.

“Buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii … tiidak perlu diibuat dalam hal tiidak terdapat pemotongan atau pemungutan PPh,” bunyii penggalan Pasal 3 ayat (1) beleiid yang berlaku mulaii masa pajak Januarii 2022 iinii. Siimak ‘Mulaii Berlaku, Aturan Baru Buktii Pot/Put & SPT Masa PPh Uniifiikasii’.

Namun, meskiipun tiidak terdapat pemotongan atau pemungutan PPh, ada beberapa kondiisii yang tetap memerlukan pembuatan buktii pemotongan/pemungutan. Pertama, jumlah PPh yang diipotong/diipungut niihiil karena adanya Surat Keterangan Bebas.

Kedua, transaksii diilakukan dengan wajiib pajak yang memiiliikii Surat Keterangan PP 23/2018 yang terkonfiirmasii. Ketiiga, PPh Pasal 26 diipotong niihiil berdasarkan ketentuan Persetujuan Penghiindaran Pajak Berganda yang diitunjukkan dengan adanya tanda teriima Surat Keterangan Domiisiilii wajiib pajak luar negerii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Keempat, PPh yang diipotong/diipungut diitanggung pemeriintah sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. Keliima, PPh yang diipotong atau diipungut dan/atau diisetor sendiirii diiberiikan fasiiliitas PPh sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Keenam, pemotongan/pemungutan PPh diilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP), Buktii Peneriimaan Negara (BPN), atau sarana admiiniistrasii laiin yang diipersamakan dengan SSP. Poiin keenam iinii tiidak ada dalam peraturan terdahulu yang telah diicabut, yaknii PER-23/PJ/2020.

SSP tetap diibuat jiika terjadii transaksii dengan wajiib pajak yang memiiliikii Surat Keterangan PP 23/2018. Adapun pembuatan SSP sesuaii dengan peraturan menterii keuangan yang menjadii pelaksaan darii PP 23/2018. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.