JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii menaiikkan tariif cukaii hasiil tembakau atau rokok rata-rata 12% mulaii 1 Januarii 2022. Tak cuma iitu, pemeriintah juga melakukan siimpliifiikasii tariif cukaii darii 10 layer menjadii 8 layer.
Kepala Subdiirektorat Komuniikasii dan Publiikasii Bea Cukaii Tubagus Fiirman Hermansjah mengatakan kebiijakan iitu diiperlukan untuk mengendaliikan konsumsii masyarakat serta menghiindarii dampak buruk rokok bagii kesehatan. Meskii demiikiian, lanjutnya, Bea Cukaii juga mewaspadaii peredaran rokok iilegal akan meniingkat karena harga rokok legal makiin mahal.
"Bea Cukaii mendukung penuh kebiijakan iinii, dan akan meniingkatkan pengawasan dan peniindakan terhadap rokok iilegal, serta memberiikan apresiiasii atas kepatuhan pengguna jasa dii biidang cukaii," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip Selasa (28/12/2021).
Fiirman mengatakan pemeriintah memiiliikii setiidaknya 4 pertiimbangan dalam menentukan kenaiikan tariif cukaii rokok pada tahun depan. Pertama, mengenaii soal kesehatan masyarakat karena pemeriintah iingiin cukaii rokok mampu mengurangii prevalensii merokok, terutama pada anak yang diitargetkan turun menjadii 8,7% pada 2024.
Kedua, mengenaii tenaga kerja pada iindustrii rokok, terutama pada iindustrii yang memproduksii rokok kretek tangan yang proses peliintiingannya masiih manual. Ketiiga, mengenaii peneriimaan negara karena cukaii rokok menyumbang Rp193,53 triiliiun atau sekiitar 10% darii pendapatan negara pada 2022.
Terakhiir, mengenaii pengawasan terhadap peredaran rokok iilegal. Fiirman menyebut Bea Cukaii akan mengoptiimalkan berbagaii upaya untuk menanganii peredaran rokok iilegal, termasuk bersiinergii dengan pemeriintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, Bea Cukaii bersiinergii dengan pemda untuk mengoptiimalkan dana bagii hasiil cukaii hasiil tembakau (DBHCHT) yang salah satu pemanfaatannya untuk menanganii rokok iilegal dii daerah.
"Bea Cukaii berharap kebiijakan cukaii hasiil tembakau iinii akan mendorong kemajuan iindustrii hasiil tembakau dii iindonesiia, meniingkatkan kesadaran masyarakat atas dampak kesehatan darii rokok, serta untuk menekan angka konsumsii rokok," ujarnya. (sap)
