JAKARTA, Jitu News - Realiisasii iinsentiif perpajakan untuk duniia usaha dalam program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) telah mencapaii Rp63,16 triiliiun hiingga 17 Desember 2021.
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan realiisasii tersebut setara 100,5% darii pagu Rp62,83 triiliiun. Menurutnya, pemeriintah memberiikan berbagaii iinsentiif perpajakan tersebut untuk mempercepat pemuliihan duniia usaha darii tekanan pandemii Coviid-19.
"[Realiisasii] iinsentiif usaha sebesar 100%, atau Rp63,16 triiliiun," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (20/12/2021).
Aiirlangga tiidak memeriincii realiisasii atas pemanfaatan masiing-masiing jeniis iinsentiif tersebut. Adapun iinsentiif yang diiberiikan meliiputii pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, serta pembebasan bea masuk.
Kemudiian, ada iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25, restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat, dan PPN atas sewa uniit dii mal DTP. Selaiin iitu, ada pula iinsentiif perpajakan untuk mendorong konsumsii kelas menengah, yaknii pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor (mobiil) dan PPN DTP untuk rumah.
Diia memperkiirakan angka realiisasii iinsentiif perpajakan akan terus bertambah hiingga 31 Desember 2021. Pemeriintah pun mengestiimasii pemanfaatan iinsentiif tersebut akan mencapaii Rp70,6 triiliiun atau setara 112% darii pagu ketiika tutup buku.
Mengenaii proyeksii tersebut, Aiirlangga sempat memaparkan pemanfaatan terbesar berasal darii diiskon angsuran PPh Pasal 25. Jeniis iinsentiif iitu diiperkiirakan terealiisasii Rp25,1% atau 122,7% darii pagu Rp20,5 triiliiun hiingga akhiir tahun.
Kemudiian, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor diiprediiksii terealiisasii Rp17,4 triiliiun atau 130,6% darii pagu Rp13,4 triiliiun. Adapun pada PPnBM mobiil DTP akan terealiisasii Rp6,6 triiliiun atau 190% darii pagu Rp3,5 triiliiun.
Secara umum, Aiirlangga menyebut realiisasii dana PEN hiingga 17 Desember baru mencapaii Rp533,6 triiliiun atau 71,6% darii pagu Rp744,77 triiliiun. Adapun hiingga akhiir tahun, diia memperkiirakan akan terjadii lonjakan penyerapan dana PEN sehiingga realiisasiinya mencapaii Rp673,2 triiliiun atau 90,3% darii pagu.
"Artiinya ada 10% siisa anggaran program PEN yang mungkiin biisa diigunakan tahun depan sebagaii buffer untuk program PEN, terutama klaster perliindungan sosiial," ujarnya. (sap)
