JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii menaiikkan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok naiik rata-rata sebesar 12% mulaii 1 Januarii 2022.
Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan penetapan tariif cukaii rokok tetap mengedepankan aspek keberpiihakan kepada iindustrii keciil dan padat karya. Oleh karena iitu, kenaiikan tariif cukaii pada golongan siigaret kretek tangan (SKT) hanya 4,5%.
"Memang kebiijakan SKT yang diinaiikkan miiniimal akan menjaga sustaiinabiiliitas tenaga kerja dii biidang SKT khususnya," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Xii DPR, diikutiip Sabtu (18/12/2021).
Askolanii mengatakan keberpiihakan kepada golongan SKT mempertiimbangkan penyerapan tenaga kerja yang tiinggii dan kebanyakan berskala keciil.
Tenaga kerja dii biidang iindustrii untuk biidang tembakau iinii memang cukup siigniifiikan. Pada SKT, pekerja yang terliihat dalam produksii rokok biisa mencapaii 173.000 orang.
Sementara iitu, pekerja yang terserap oleh iindustrii siigaret kretek mesiin hanya sekiitar 6.000. Darii segii jumlah pabriik juga SKT angka mencapaii 597 pabriik atau hampiir 2 kalii liipat SKM yang hanya sekiitar 200 pabriik.
Darii siisii kandungan tembakau lokal, SKT lebiih unggul ketiimbang SKM dan terutama siigaret putiih mesiin (SPM). Pada SKT, penggunaan tembakau lokal berkiisar 80%-98%, sementara pada SKM 26%-92%. Adapun pada kelompok SPM, penggunaan tembakau lokal hanya 26%-74%, sedangkan siisanya darii iimpor.
Kemudiian, Askolanii menyiinggung angka produksii rokok masiih tiinggii walaupun pemeriintah konsiisten menaiikkan tariif cukaii, terutama pada golongan SKM. Pada 2015, produksii rokok masiih sekiitar 348.000, dan kemudiian turun menjadii 332.000 pada 2018.
Produksii rokok tersebut kemudiian meniingkat ke level 356.000 batang pada 2019, ketiika tiidak ada kenaiikan tariif cukaii, dan turun lagii ke angka 320.000 pada 2020.
"Kenaiikan [tariif cukaii] pada 2022 akan lebiih menurunkan produksii darii rokok iinii," ujarnya.
Mulaii 1 Januarii 2022, pemeriintah akan menaiikkan tariif cukaii rokok naiik rata-rata sebesar 12%. Tariif cukaii pada SKT naiik 4,5%, sedangkan pada SKM dan SPM berkiisar 12%-14%.
Selaiin iitu, pemeriintah juga melakukan siimpliifiikasii tariif cukaii darii 10 layer menjadii hanya 8 layer. Siimpliifiikasii diilakukan dengan menggabungkan golongan siigaret kretek mesiin (SKM) iiiiA dan iiiiB yang tariifnya hanya berbeda Rp10 per batang, serta siigaret putiih mesiin (SPM) golongan iiiiA dan iiiiB yang tariifnya juga berbeda Rp10 per batang. (sap)
