PiiNJAMAN LUAR NEGERii

Tiingkatkan Kualiitas JKN, Rii Dapat Piinjaman Rp5,74 T darii World Bank

Diian Kurniiatii
Jumat, 17 Desember 2021 | 09.35 WiiB
Tingkatkan Kualitas JKN, RI Dapat Pinjaman Rp5,74 T dari World Bank
<p>Kantor Pusat World Bank dii Washiington DC, Ameriika Seriikat.&nbsp;(foto: worldbank.org)</p>

JAKARTA, Jitu News - World Bank menyetujuii piinjaman seniilaii US$400 juta atau Rp5,74 triiliiun kepada Pemeriintah iindonesiia untuk meniingkatkan kualiitas dan efiisiiensii program Jamiinan Kesehatan Nasiional (JKN).

Diirektur World Bank untuk iindonesiia dan Tiimor-Leste Satu Kahkonen mengatakan piinjaman tersebut dapat diigunakan sebagaii bagiian darii upaya memperbaiikii penyelenggaraan perawatan kesehatan, memperluas cakupan, dan beriinvestasii peniingkatan SDM.

"Aksesiibiiliitas semacam iinii sangatlah pentiing bagii upaya pemuliihan iindonesiia darii Coviid-19 dan akan melahiirkan tenaga kerja iindonesiia yang lebiih sehat dan lebiih produktiif dii masa depan," katanya dalam keterangan tertuliis, Kamiis (16/12/2021).

Kahkonen menuturkan dukungan tersebut akan diisalurkan melaluii iinstrumen Program for Results (PforR) World Bank. Melaluii iinstrumen tersebut, pencaiiran dana akan diikaiitkan dengan pencapaiian hasiil program yang spesiifiik, dan diirancang untuk periiode 5 tahun.

Program iitu akan menggunakan berbagaii iindiikator termasuk perbaiikan proses pemberiian perawatan pada fasiiliitas perawatan kesehatan dan rumah sakiit tiingkat ii, penguatan pengelolaan klaiim asuransii dan pencegahan klaiim yang tiidak perlu, serta pada peniingkatan pemanfaatan data dalam pembuatan keputusan maupun pendukungnya.

Saat iinii, peneriima manfaat JKN tercatat sekiitar 220 juta orang. Sekiitar 60% dii antaranya tergolong miiskiin atau hampiir miiskiin akan mendapatkan manfaat darii upaya perbaiikan tersebut.

Sementara iitu, Sekjen Kementeriian Kesehatan Kunta Nugraha menyebut pendanaan akan diigunakan untuk mereformasii JKN melaluii peniingkatan mutu perawatan kesehatan, peniingkatan efiisiiensii pembelanjaan, serta mendukung pembuatan maupun pelaksanaan kebiijakan.

Program tersebut akan meliibatkan 4 pemangku kepentiingan utama JKN yang terdiirii atas Kementeriian Kesehatan, Badan Penyelenggara Jamiinan Sosiial (BPJS) Kesehatan, Dewan Jamiinan Sosiial Nasiional (DJSN), serta Kementeriian Keuangan.

"Dii sampiing meniingkatkan kualiitas perawatan dan efiisiiensii pembelanjaan JKN, pendanaan iinii juga akan mendukung perbaiikan siistem iinformasii kesehatan sehiingga dapat lebiih teriintegrasii ke dalam pembuatan kebiijakan JKN yang lebiih tepat sasaran dan teriinformasii," ujarnya.

iindonesiia telah mencapaii kemajuan siigniifiikan dalam mewujudkan cakupan kesehatan semesta (Uniiversal Health Coverage/UHC) melaluii program JKN.

Dalam periiode 2014-2019, cakupan JKN tersebut mencapaii 83% darii jumlah penduduk dan efektiif mengurangii pengeluaran belanja layanan kesehatan darii kantong priibadii, yaiitu darii 47% menjadii 32%.

Namun, masiih terdapat kelemahan pada kualiitas perawatan sehiingga menyebabkan tiinggiinya angka kematiian iibu, Tuberkulosiis, dan stuntiing. Penyariingan dan diiagnosiis yang terbatas juga menghambat efektiiviitas pengelolaan terhadap penyakiit kroniis yang bebannya terus bertambah.

Dii siisii laiin, pandemii Coviid-19 juga mengganggu akses pada layanan kesehatan yang pentiing. Hampiir 3,5 juta warga iindonesiia kehiilangan akses perawatan kesehatan yang terjangkau lantaran hiilangnya pekerjaan, pembatasan mobiiliitas, dan sejumlah fasiiliitas yang diitutup. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.