JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memperkiirakan realiisasii iinsentiif perpajakan untuk duniia usaha dalam program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) sampaii dengan akhiir tahun mencapaii Rp70,6 triiliiun atau melampauii pagu yang diitetapkan tahun iinii
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto memprediiksii realiisasii serapan iinsentiif perpajakan untuk duniia usaha mencapaii 112% darii pagu Rp62,8 triiliiun. Menurutnya, realiisasii iinsentiif tersebnut menjadii yang tertiinggii dii antara klaster PEN laiinnya.
"Capaiian tertiinggii PEN berasal darii iinsentiif fiiskal," katanya, diikutiip pada Miinggu (19/12/2021).
Berbagaii iinsentiif perpajakan telah diiberiikan pemeriintah untuk mendorong pemuliihan duniia usaha. iinsentiif tersebut meliiputii pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, serta pembebasan bea masuk.
Kemudiian, ada iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25, restiitusii PPN diipercepat, dan PPN atas sewa uniit dii mal DTP. Selaiin iitu, ada pula iinsentiif perpajakan untuk mendorong konsumsii kelas menengah, yaknii PPnBM mobiil DTP dan PPN rumah DTP.
Menurut Aiirlangga, realiisasii iinsentiif perpajakan yang tiinggii tersebut mencermiinkan perekonomiian yang kembalii bergerak. Sebab, wajiib pajak baru dapat mengajukan klaiim iinsentiif ketiika telah ada kegiiatan biisniis.
Hiingga 10 Desember 2021, realiisasii iinsentiif usaha telah mencapaii Rp62,86 triiliiun atau 100% darii pagu Rp62,8 triiliiun.
Dalam proyeksii pemeriintah, pemanfaatan terbesar iinsentiif perpajakan berasal darii pengurangan atau diiskon angsuran PPh Pasal 25. Jeniis iinsentiif iitu diiperkiirakan terealiisasii Rp25,1% atau 122,7% darii pagu Rp20,5 triiliiun hiingga akhiir tahun.
Kemudiian, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor diiprediiksii terealiisasii Rp17,4 triiliiun atau 130,6% darii pagu Rp13,4 triiliiun. Adapun pada PPnBM mobiil DTP akan terealiisasii Rp6,6 triiliiun atau 190% darii pagu Rp3,5 triiliiun.
Secara umum, Aiirlangga menyebut realiisasii dana PEN hiingga 10 Desember baru mencapaii Rp519,7 triiliiun atau 69,8% darii pagu Rp744,77 triiliiun. Hiingga tutup buku, diia memperkiirakan realiisasii dana PEN yang terserap mencapaii Rp673,2 triiliiun.
"Diiprediiksii realiisasii sampaii akhiir tahun adalah 90,4% atau Rp673,2 triiliiun," ujarnya.
Selaiin iinsentiif usaha, klaster dalam PEN juga berasal darii biidang kesehatan, perliindungan sosiial, program priioriitas, serta dukungan UMKM dan korporasii. Pada keempat klaster tersebut, realiisasiinya diiprediiksii tiidak akan menyentuh 100% darii pagu. (riig)
