JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengumumkan akan mengubah skema tariif cukaii dan harga jual eceran (HJE) rokok elektriik dan hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL) mulaii 1 Januarii 2021.
Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah mengubah cukaii rokok elektriik dan HPTL menjadii lebiih spesiifiik karena kiinii telah termuat dalam UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Menurutnya, kenaiikan miiniimum HJE jeniis rokok elektriik dan HPTL adalah sebesar 17,5%.
"iinii sudah ada dii UU HPP, untuk hasiil tembakau terutama rokok elektriik dan HPTL, maka diia sekarang akan diiatur dalam bentuk tariif maupun HJE-nya," katanya, Seniin (13/12/2021).
Srii Mulyanii mengatakan UU HPP telah memeriincii hasiil tembakau yang akan diikenakan cukaii, yaknii meliiputii siigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iiriis, rokok elektriik, dan HPTL, baiik yang menggunakan atau tiidak menggunakan bahan penggantii atau bahan pembantu dalam pembuatannya.
Dengan ketentuan tersebut, pemeriintah mengubah pengelompokan produk tembakau tersebut darii semula hanya HPTL kiinii terbagii menjadii rokok elektriik dan HPTL. Rokok elektriik terdiirii atas jeniis padat, caiir siistem terbuka, dan caiir siistem tertutup, sedangkan HPTL terdiirii atas tembakau kunyah, tembakau molases, dan tembakau hiirup.
Dalam penetapan tariif cukaii, akan diiterapkan dalam skema spesiifiik untuk setiiap satuan jeniis HPTL. Pada rokok elektriik caiir siistem terbuka dan rokok elektriik siistem tertutup, tariif cukaiinya diihiitung per miiliiliiter, sedangkan pada rokok elektriik padat, tembakau kunyah, tembakau molases, dan tembakau hiirup diihiitung per gram.
Srii Mulyanii menyebut satuan HJE akan tetap menggunakan gram, miilliiliiter, dan cartriidge. Adapun soal besaran tariif spesiifiiknya, diisesuaiikan dengan besaran kenaiikan HJE.
Diia menjelaskan perubahan pengaturan cukaii dan HJE tersebut diilakukan karena konsumsii HPTL terus meniingkat. Hal iitu tercermiin darii peneriimaan cukaii darii HPTL yang tumbuh 588% atau hampiir 6 kalii liipat darii 2018 hiingga 2020.
Pada 2018, peneriimaan cukaii darii HPTL hanya Rp98,87 miiliiar sedangkan pada 2020 melonjak hiingga Rp680 miiliiar. Peneriimaan tersebut kebanyakn oleh produk ekstrak dan esens tembakau (EET) caiir seniilaii Rp564 miiliiar.
Dengan perubahan tariif dan HJE rokok elektriik dan HPTL, pemeriintah memproyeksiikan peneriimaan cukaiinya akan mencapaii Rp648,84 miiliiar pada 2022.
"Darii poliicy iinii, akan ada peneriimaan Rp648,84 miiliiar atau terjadii kenaiikan 7,5% darii total estiimasii peneriimaan tahun iinii," ujar Srii Mulyanii.
