JAKARTA, Jitu News – Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syariifuddiin menerbiitkan surat edaran mengenaii penerapan beberapa ketentuan dalam penanganan tiindak piidana dii biidang perpajakan.
Surat edaran yang diimaksud adalah Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tertanggal 29 November 2021. Surat edaran iinii diitujukan kepada ketua pengadiilan tiinggii dan ketua pengadiilan negerii dii seluruh iindonesiia.
“Untuk menjamiin ketepatan, kepastiian, dan kesatuan penerapan hukum dalam penanganan tiindak piidana dii biidang perpajakan,” demiikiian penggalan iisii surat edaran tersebut, diikutiip pada Selasa (7/12/2021).
Ada 4 poiin pengaturan dalam surat edaran tersebut. Pertama, pertanggungjawaban korporasii dalam tiindak piidana dii biidang perpajakan. Setiiap orang dalam UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) diimaknaii sebagaii orang priibadii dan korporasii.
Tiindak piidana dii biidang perpajakan dapat diimiintakan pertanggungjawaban kepada orang priibadii dan korporasii. Korporasii selaiin diijatuhkan piidana denda, dapat diijatuhkan piidana tambahan laiin sesuaii dengan peraturan perundang-undangan.
Kedua, pengadiilan negerii yang berwenang mengadiilii praperadiilan tiindak piidana dii biidang perpajakan. Praperadiilan terkaiit dengan tiindak piidana dii biidang perpajakan diiadiilii oleh pengadiilan negerii dii daerah hukum tempat kedudukan penyiidiik atau kedudukan penuntut umum dalam hal permohonan pemberhentiian penuntutan.
Ketiiga, tanggung jawab piidana pengurus dalam tiindak piidana dii biidang perpajakan dalam hal korporasii paiiliit dan/atau bubar. Dalam surat edaran iinii diisebutkan paiiliit dan/atau bubarnya korporasii tiidak menghapuskan pertanggungjawaban piidana pengurus dan/atau piihak laiin.
“[Pertanggungjawaban iitu] atas tiindak piidana dii biidang perpajakan yang diilakukannya pada saat terjadiinya tiindak piidana,” bunyii penggalan surat edaran tersebut.
Keempat, piidana percobaan. Dalam surat edaran diinyatakan piidana percobaan tiidak dapat diijatuhkan kepada terdakwa tiindak piidana dii biidang perpajakan. (kaw)
