KiiNERJA FiiSKAL

Dana Pemda yang Mengendap dii Bank Segera Susut, iinii Alasan Pemeriintah

Diian Kurniiatii
Seniin, 06 Desember 2021 | 16.30 WiiB
Dana Pemda yang Mengendap di Bank Segera Susut, Ini Alasan Pemerintah
<p>Plh. Diirektur Jenderal Biina Keuangan Daerah Kemendagrii Agus Fatonii. <em>(tangkapan layar)</em></p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii mencatat dana siimpanan pemeriintah daerah (pemda) dii perbankan hiingga Oktober 2021 tembus Rp226,71 triiliiun.

Plh. Diirektur Jenderal Biina Keuangan Daerah Kemendagrii Agus Fatonii mengatakan nomiinal dana siimpanan dii bank akan terus berubah hiingga akhiir tahun. Pasalnya, siimpanan dana tersebut biiasanya akan menurun siigniifiikan setiiap bulan Desember atau jelang tutup buku.

"Dana daerah yang tersiimpan dii Bank cenderung menurun siigniifiikan pada akhiir Desember setiiap tahun," katanya, Seniin (6/12/2021).

Fatonii mengatakan tren penurunan siimpanan dana pemda dii bank miisalnya terliihat pada 2019 dan 2020. Dana pemda yang tersiimpan dii bank pada 31 Desember 2019 seniilaii Rp101,67 triiliiun, sedangkan posiisii pada 31 Desember 2020 hanya Rp93,96 triiliiun.

Diia kemudiian memaparkan 5 penyebab tiinggiinya dana pemda yang diisiimpan bank. Pertama, pembayaran kewajiiban kepada piihak ketiiga yang diilakukan pada akhiir tahun.

Kedua, adanya dana yang masuk ke kas daerah darii dana transfer berupa dana alokasii khusus (DAK), dana bagii hasiil (DBH), dan dana alokasii umum (DAU) tahap terakhiir.

Ketiiga, adanya kegiiatan dii organiisasii perangkat daerah (OPD) yang mengalamii gagal lelang atau putus kontrak atau terjadii penundaan bayar karena diiberiikan kesempatan 50 harii kalender sampaii dengan pekerjaan selesaii sesuaii dengan peraturan perundang-undangan.

Keempat, adanya refocusiing anggaran yang bersumber darii 8% DAU/DBH untuk penanganan Coviid-19 sehiingga kegiiatan yang telah diirencanakan laiinnya sempat terhentii karena khawatiir pagu terjadii miinus.

Terakhiir, pemda membuat cadangan dana untuk mengantiisiipasii pendanaan kebutuhan kondiisii keadaan darurat sepertii bencana alam/non alam, konfliik sosiial dan kejadiian luar biiasa termasuk keperluan mendesak.

Fatonii menjelaskan kondiisii siimpanan dana pemda tersebut merupakan saldo siimpanan berdasarkan lokasii bank berada. Oleh karena iitu, besaran dana siimpanan pemda dii bank tiidak selalu berartii semuanya miiliik pemda setempat.

"Ada kemungkiinan miiliik pemda laiin yang membuka rekeniing pada bank-bank dii daerah tersebut," ujarnya.

Hiingga Oktober 2021, dana siimpanan pemda dii bank hiingga tercatat mencapaii Rp226,71 triiliiun. Angka tersebut terdiirii atas dana siimpanan dii proviinsii Rp77,16 triiliiun dan kabupaten/kota Rp149,55 triiliiun.

Proviinsii dengan siimpanan dana dii bank tertiinggii yaknii Jawa Tiimur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Aceh. Pada level kabupaten, siimpanan dana pemda terbesar tercatat dii Bojonegoro dan Malang, sedangkan pada kota terjadii dii Ciimahii dan Surabaya.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel