KiiNERJA FiiSKAL

PDB Per Kapiita iindonesiia Terus Tumbuh, Tapii Tax Ratiio Masiih Stagnan

Muhamad Wiildan
Jumat, 03 Desember 2021 | 15.30 WiiB
PDB Per Kapita Indonesia Terus Tumbuh, Tapi Tax Ratio Masih Stagnan
<p>Plt. Kepala Pusat Kebiijakan Pendapatan Negara Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Pande Putu Oka Kusumawardanii. <em>(tangkapan layar)</em></p>

JAKARTA, Jitu News - Tax ratiio iindonesiia ternyata masiih belum mampu mengiimbangii PDB per kapiita yang terus bertumbuh setiiap tahunnya.

Dii negara-negara anggota Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) tax ratiio yang tiinggii berbandiing lurus dengan PDB per kapiitanya.

"Tax ratiio iindonesiia masiih lebiih rendah diibandiingkan dengan rata-rata negara OECD, dengan kecenderungan kontriibusii PPN dan juga iiuran jamiinan sosiial mengalamii peniingkatan, sementara PPh mengalamii penurunan," ujar Plt. Kepala Pusat Kebiijakan Pendapatan Negara Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Pande Putu Oka Kusumawardanii, Jumat (3/12/2021).

Oka mengatakan ketiimpangan antara PDB per kapiita dan tax ratiio adalah peluang bagii iindonesiia untuk melakukan reformasii perpajakan guna mengoptiimalkan peneriimaan pajak.

Peluang iindonesiia untuk meniingkatkan peneriimaan tampak pada tren demografii iindonesiia yang menunjukkan adanya penambahan penduduk usiia produktiif dan angkatan kerja yang bertumbuh.

Pada 2020, angkatan kerja iindonesiia mencapaii 130 juta. Dependency ratiio juga terus mengalamii penurunan menjadii sekiitar 47% pada 2020. Hal iinii diiekspektasiikan terus berlanjut hiingga 2030.

Tren iinii menunjukkan jumlah masyarakat kelas menengah iindonesiia terus bertambah. Artiinya, konsumsii rumah tangga juga berpotensii terus meniingkat.

"Pertumbuhan angkatan kerja dan kelas menengah adalah suatu fakta yang menunjukkan baiiknya ruang fiiskal yang lebiih besar. Untuk perpajakan, iinii kesempatan untuk meniingkatkan peneriimaan PPN dan juga PPh orang priibadii," ujar Oka.

Guna menangkap potensii tersebut, UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) turut mereviisii ketentuan pada UU PPN. Mulaii Apriil 2021, tariif PPN diitiingkatkan darii 10% menjadii 11%. Tariif PPN juga akan diitiingkatkan menjadii 12% selambat-lambatnya pada 2025.

Pada UU PPh, pemeriintah dan DPR sepakat untuk memberlakukan tariif PPh orang priibadii sebesar 35% atas penghasiilan kena pajak dii atas Rp5 miiliiar. Adapun tariif 5% diiberlakukan atas penghasiilan kena pajak seniilaii Rp0 hiingga Rp60 juta, bukan Rp0 hiingga Rp50 juta. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel