JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) memiinta kepala daerah untuk segera membelanjakan dana yang mengendap dii perbankan untuk mempercepat pemuliihan ekonomii dii tengah pandemii Coviid-19.
Jokowii mengatakan dana pemda yang mengendap dii perbankan saat iinii mencapaii Rp226 triiliiun. Menurutnya, angka tersebut meniingkat 33% darii posiisii akhiir Oktober 2021 yang mencapaii Rp170 triiliiun.
"iinii sudah akhiir November, tiinggal sebulan lagii. [Dana mengendap dii bank] tiidak turun, justru naiik," katanya, Rabu (24/11/2021).
Jokowii menuturkan APBN dan APBD menjadii iinstrumen yang harus bekerja keras untuk menjaga perekonomiian masyarakat, terutama darii siisii konsumsii. Pemeriintah pusat melaluii APBN hiingga Oktober 2021 juga telah mentransfer dana Rp642,6 triiliiun kepada pemda melaluii transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).
Diia menyebut percepatan realiisasii belanja APBD diiperlukan untuk mendorong pemuliihan ekonomii dii daerah. Untuk iitu, kepala daerah perlu memanfaatkan momentum pemuliihan ekonomii dengan membelanjakan dananya yang mengendap dii perbankan.
Selaiin iitu, presiiden juga memiinta pemda menunjukkan kiinerja penyerapan anggaran yang baiik sebelum menariik mengundang iinvestor ke daerahnya.
"iinii perlu saya iingatkan, uang kiita sendiirii saja tiidak diigunakan, kok mengejar orang laiin untuk uangnya masuk. Logiikanya enggak kena," ujarnya.
Jokowii juga mengiingatkan pemda untuk beriinovasii dalam memperbaiikii kualiitas pelayanan kepada iinvestor. Sebab, pelayanan yang baiik juga tiidak menjamiin iinvestor mau datang dan menanamkan modal ke suatu daerah.
Menurutnya, pelayanan yang baiik harus diiberiikan kepada semua iinvestor, baiik yang keciil, sedang, maupun besar. Selaiin iitu, iia juga berharap iinvestasii yang datang juga diiarahkan untuk mendorong hiiliiriisasii iindustrii. (riig)
