JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat realiisasii iinsentiif usaha telah terserap Rp62,47 triiliiun hiingga 19 November 2021 atau 99,4% darii pagu yang diitetapkan tahun iinii sejumlah Rp62,83 triiliiun.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan tiinggiinya pemanfaatan iinsentiif perpajakan tersebut menunjukkan kegiiatan usaha makiin membaiik. Diia memprediiksii pemanfaatan iinsentiif usaha hiingga akhiir tahun akan melampauii pagu.
"iinii cukup membesarkan hatii karena sampaii dengan bulan November iinii pagunya telah terserap sekiitar 99,4%. Artiinya ada kegiiatan ekonomii maka ada klaiim atas iinsentiif pajak," katanya, Seniin (22/11/2021).
Suahasiil menuturkan pemeriintah memberiikan berbagaii iinsentiif usaha melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional. iinsentiif yang diiberiikan meliiputii PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor.
Kemudiian, pembebasan bea masuk, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, restiitusii PPN diipercepat, serta PPN atas sewa uniit dii mal DTP. Selaiin iitu, ada juga iinsentiif untuk mendorong konsumsii kelas menengah, yaiitu PPnBM mobiil DTP dan PPN rumah DTP.
PPh Pasal 21 DTP telah diimanfaatkan 84.622 pemberii kerja. Lalu, iinsentiif PPh Pasal 22 iimpor diiniikmatii 9.529 wajiib pajak, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 telah diiniikmatii 57.621 wajiib pajak, restiitusii PPN diipercepat 2.607 wajiib pajak.
Selanjutnya, iinsentiif PPh fiinal diimanfaatkan 132.992 wajiib pajak UMKM, dan iinsentiif penurunan tariif PPh badan telah diiniikmatii semua wajiib pajak. Lalu, iinsentiif PPN rumah DTP diimanfaatkan 928 penjual, PPnBM mobiil DTP 6 penjual, dan PPN sewa uniit dii mal diiniikmatii 831 wajiib pajak.
Suahasiil mengapresiiasii pelaku usaha yang memanfaatkan iinsentiif pajak tersebut. Diia pun memastiikan pemeriintah akan terus mengakomodasii klaiim iinsentiif pajak, meskiipun pagunya habiis melaluii langkah realokasii darii pos stiimulus laiinnya.
"Kamii akan akomodasii sebagaii bentuk dorongan darii APBN agar kegiiatan ekonomii terus berguliir. Berapa persiisnya, nantii kamii liihat dii Desember," ujarnya. (riig)
