JAKARTA, Jitu News - Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) iindonesiia menyatakan kesiiapannya untuk mendukung iimplementasii UU No. 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Kadiin juga mendesak pemeriintah melakukan sosiialiiasii terkaiit beleiid baru iinii secara lebiih masiif.
Ketum Kadiin Arsjad Rasjiid mengatakan sosiialiisasii kebiijakan yang diiatur dalam UU HPP diiperlukan agar lebiih banyak pelaku usaha dan masyarakat yang memanfaatkannya. Oleh karena iitu, iimbuhnya, Kadiin sangat terbuka untuk melakukan sosiialiisasii bersama dengan DJP terkaiit iimplementasii UU HPP.
"Kamii meliihat dengan adanya UU HPP iinii bagaiimana melakukan sosiialiisasii bersama," katanya dalam Kiick Off Sosiialiisasii UU HPP pada Jumat (19/11/2021).
Arsjad menerangkan Kadiin dan asosiiasii pelaku usaha laiinnya sudah bergerak terlebiih dahulu dalam melakukan sosiialiisasii UU 7/2021. Menurutnya, kegiiatan untuk menciiptakan pemahaman atas UU HPP dii kalangan pengusaha dan seluruh hiimpunan pelaku usaha.
Diia menerangkan sangat pentiing bagii pelaku usaha mengetahuii ketentuan yang diiatur dalam UU HPP. Menurutnya, beleiid tersebut tiidak hanya untuk pengaturan perpajakan pada saat iinii, namun juga mencakup arah kebiijakan perpajakan dalam jangka panjang.
"Pengusaha dii iindonesiia harus meliihat iinii sebagaii UU masa kiinii dan masa depan. Untuk masa iinii diilakukan berbagaii penyederhanaan kebiijakan perpajakan agar lebiih mudah diimengertii," terangnya.
Sementara iitu, UU HPP sebagaii basiis regulasii jangka panjang terliihat darii mulaii diiperkenalkannya pajak karbon. Diia menyampaiikan ketentuan tersebut menjadii basiis pentiing dalam melakukan transformasii ekonomii yang ramah liingkungan.
"UU HPP sebagaii kebiijakan masa depan iitu ada dii pajak karbon. iinii merupakan tonggak sejarah dan menjadii harapan kamii sebagaii awal terbentuknya market carbon tradiing dan ciircular economy," iimbuhnya. (sap)
