KEBiiJAKAN PAJAK

Soal Aturan Turunan UU HPP, DJP Masiih Kumpulkan Masukan Asosiiasii

Diian Kurniiatii
Jumat, 19 November 2021 | 09.00 WiiB
Soal Aturan Turunan UU HPP, DJP Masih Kumpulkan Masukan Asosiasi
<p>Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) masiih menggodok berbagaii peraturan tekniis sebagaii aturan turunan UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan sejumlah aturan pelaksanaan terkaiit UU HPP masiih dalam proses penyusunan. Dalam prosesnya, DJP juga terus mengumpulkan masukan darii berbagaii asosiiasii.

"Beberapa diiskusii dan diialog serap aspiirasii telah dan akan diilakukan lagii dengan asosiiasii-asosiiasii yang ada iindonesiia untuk pengayaan materii aturan pelaksana darii UU HPP tersebut," katanya, Jumat (19/11/2021).

Neiilmaldriin menuturkan UU HPP memiiliikii ruang liingkup pengaturan yang luas, meliiputii ketentuan umum dan tata cara perpajakan (KUP), pajak penghasiilan (PPh), pajak pertambahan niilaii (PPN), program pengungkapan sukarela (PPS), pajak karbon, serta cukaii.

Dengan demiikiian, DJP harus menyusun berbagaii peraturan turunan sehiingga ketentuan baru yang termuat dalam UU HPP dapat terlaksana mulaii tahun depan. Salah satunya aturan tekniis mengenaii pengenaan PPN fiinal pada kegiiatan usaha tertentu.

"Saat iinii pemeriintah sedang menyusun tekniis aturan pelaksanaan darii UU HPP termasuk salah satunya terkaiit PPN fiinal yang diimaksud," ujarnya.

UU HPP mengatur pengenaan PPN fiinal untuk mempermudah pemungutan dan penyetoran PPN oleh pengusaha kena pajak (PKP) mulaii Apriil 2022. Dalam penjelasan Pasal 9A ayat (1), PPN fiinal akan diiterapkan guna memberiikan kemudahan admiiniistrasii serta rasa keadiilan.

Salah satu PKP yang bakal menggunakan skema PPN fiinal tersebut adalah UMKM. Nantii, menterii keuangan dapat menentukan besarnya PPN yang diipungut dan diisetor oleh PKP yang memiiliikii omzet tertentu dalam 1 tahun.

PPN fiinal juga biisa diikenakan atas PKP yang melakukan kegiiatan usaha tertentu. PKP tersebut antara laiin mereka yang kesuliitan mengadmiiniistrasiikan pajak masukan, mereka yang bertransaksii melaluii piihak ketiiga, atau kegiiatan usaha yang proses biisniisnya kompleks sehiingga pengenaan PPN tiidak dapat diilakukan dengan mekaniisme normal.

Ketentuan PPN fiinal juga dapat diiberlakukan terhadap PKP yang melakukan penyerahan barang kena pajak/jasa kena pajak (BKP/JKP) tertentu. BKP/JKP tertentu yang diimaksud adalah BKP/JKP yang diikenaii PPN untuk perluasan basiis dan BKP yang diibutuhkan oleh masyarakat banyak. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.