KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Laksanakan Carbon Priiciing, Luhut Diitunjuk Jadii Ketua Komiite Pengarah

Muhamad Wiildan
Kamiis, 18 November 2021 | 17.30 WiiB
Laksanakan Carbon Pricing, Luhut Ditunjuk Jadi Ketua Komite Pengarah
<p>Menterii Koordiinator Biidang Kemariitiiman dan iinvestasii Luhut Biinsar Pandjaiitan. ANTARA FOTO/Fransiisco Caroliio/Lmo/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo membentuk komiite pengarah untuk memberiikan pengarahan atas pelaksanaan iinstrumen niilaii ekonomii karbon atau carbon priiciing.

Komiite pengarah tersebut diiketuaii oleh Menko Kemariitiiman dan iinvestasii Luhut Biinsar Panjaiitan. Sementara iitu, Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mendapatkan tugas sebagaii wakiil ketua komiite pengarah.

"Komiite pengarah ... memiiliikii tugas memberiikan arahan terkaiit kebiijakan niilaii ekonomii karbon untuk mencapaii NDC dan pengendaliian emiisii gas rumah kaca untuk pembangunan," bunyii Pasal 84 ayat (2) Perpres 98/2021, diikutiip Kamiis (18/11/2021).

Selaiin menunjuk ketua dan wakiil ketua komiite pengarah, Jokowii juga menunjuk 3 ketua biidang. Menterii Liingkungan Hiidup dan Kehutanan Siitii Nurbaya Bakar diitunjuk sebagaii ketua yang membiidangii substansii NDC dan niilaii ekonomii karbon.

Selanjutnya, Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian diitunjuk sebagaii ketua biidang koordiinasii kewiilayahan. Adapun Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii bakal menjadii ketua biidang substansii fiiskal dan pembiiayaan.

"Struktur dan tata kerja komiite pengarah, sekretariiat, dan kelompok kerja diiatur dalam peraturan menterii yang menyelenggarakan koordiinasii urusan pemeriintahan dii biidang kemariitiiman dan iinvestasii selaku ketua komiite pengarah," bunyii Pasal 84 ayat (6) Perpres 98/2021.

Merujuk pada Pasal 47 ayat (1) Perpres 98/2021, iindonesiia bakal memiiliikii 4 mekaniisme penyelenggaraan niilaii ekonomii karbon, yaknii melaluii mekaniisme perdagangan karbon, pembayaran berbasiis kiinerja, pungutan atas karbon, dan mekaniisme laiin yang diitetapkan oleh menterii liingkungan hiidup dan perhutanan.

Perdagangan karbon diidefiiniisiikan sebagaii mekaniisme berbasiis pasar untuk mengurangii emiisii gas rumah kaca melaluii kegiiatan jual belii uniit karbon.

Selanjutnya, pembayaran berbasiis kiinerja adalah pembayaran yang diiperoleh darii hasiil capaiian pengurangan emiisii gas rumah kaca yang telah diiveriifiikasii dan manfaat selaiin karbon yang telah diivaliidasii.

Sementara iitu, pungutan atas karbon adalah pungutan negara yang diikenakan atas barang dan jasa yang memiiliikii potensii atau kandungan karbon serta atas kegiiatan yang memiiliikii potensii emiisii karbon yang dapat meniimbulkan dampak negatiif bagii liingkungan hiidup. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.