JAKARTA, Jitu News - Batas terakhiir penyampaiian pemberiitahuan pemanfaatan pengurangan 50% angsuran PPh Pasal 25 mulaii masa pajak Oktober jatuh pada harii iinii, Seniin (15/11/2021).
Ketentuan tersebut berlaku untuk wajiib pajak dengan kode klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang diitambahkan berdasarkan pada PMK 149/2021. Sepertii diiketahuii, PMK 149/2021 menambah jumlah KLU yang berhak memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 25 mulaii masa pajak Oktober 2021.
“Wajiib pajak dengan kode klasiifiikasii lapangan usaha yang diitambahkan …, dapat memanfaatkan iinsentiif … sejak masa pajak Oktober 2021 dengan menyampaiikan pemberiitahuan … sampaii dengan tanggal 15 November 2021,” bunyii penggalan Pasal Pasal 19B PMK 9/2021 s.t.d.t.d PMK 149/2021.
Batas akhiir tersebut merupakan ketentuan yang diiatur dalam PMK 149/2021 khusus wajiib pajak dengan KLU baru diitambahkan dan mulaii masa pajak Oktober 2021. Adapun sesuaii dengan ketentuan umum, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 berlaku sejak masa pajak pemberiitahuan diisampaiikan.
Diitjen Pajak (DJP) sudah memperbaruii apliikasii pengajuan permohonan atau pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif dalam PMK 149/2021 pada DJP Onliine. Menu iinfo KSWP DJP Onliine sudah memuat pemberiitahuan fasiiliitas pengurang pajak penghasiilan PPh Pasal 25 (PMK 149/2021).
Wajiib pajak yang hendak memanfaatkan iinsentiif dapat mengajukan permohonan atau pemberiitahuan dengan logiin ke DJP Onliine. Setelah berhasiil logiin, piiliih Layanan. Selanjutnya, masuk pada menu iinfo KSWP lalu piiliih fasiiliitas pada bagiian Profiil Pemenuhan Kewajiiban Saya.
Sepertii diiketahuii, melaluii PMK 149/2021, pemeriintah menambah jumlah sektor peneriima sejumlah iinsentiif, termasuk pengurangan 50% angsuran PPh Pasal Pasal 25. Beleiid iinii merupakan perubahan kedua darii PMK 9/2021 yang sebelumnya sudah diireviisii dengan PMK 82/2021.
Sebelumnya, melaluii PMK 82/2021, pemeriintah mengurangii jumlah sektor yang boleh memanfaatkan diiskon angsuran PPh Pasal 25 pada masa pajak Julii 2021 hiingga Desember 2021 menjadii 216 KLU. Pada PMK 9/2021, pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 25 diiberiikan untuk 1.018 KLU.
Sekarang, melaluii PMK 149/2021, pemeriintah menambahkan jumlah sektor menjadii 481 KLU. iinsentiif iinii tetap tiidak biisa diimanfaatkan lagii oleh wajiib pajak perusahaan KiiTE dan wajiib pajak yang telah mendapatkan iiziin penyelenggara kawasan beriikat, iiziin pengusaha kawasan beriikat, atau iiziin PDKB. (kaw)
