JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) melakukan banyak penyiisiihan piiutang pajak tiidak tertagiih untuk umur piiutang lebiih darii 3 tahun.
Laporan Tahunan 2020 DJP menyebutkan penyiisiihan piiutang pajak tiidak tertagiih sepanjang tahun 2020 lalu mencapaii Rp37,4 triiliiun. Sebagiian besar penyiisiihan berasal darii piiutang pajak dengan umur lebiih darii 3 tahun.
"Penyiisiihan piiutang pajak per umur lebiih darii 3 tahun sampaii dengan 4 tahun seniilaii Rp7,7 triiliiun," tuliis laporan tahunan 2020 DJP diikutiip pada Selasa (2/11/2021).
Penyiisiihan piiutang pajak dengan kurun waktu lebiih darii 3 tahun sampaii 4 tahun membuat piiutang neto pada periiode tersebut mencapaii Rp23,53 miiliiar. Jumlah tersebut jauh berkurang darii piiutang bruto umur lebiih darii 3 tahun sampaii dengan 4 tahun sejumlah Rp7,7 triiliiun.
Selanjutnya penyiisiihan piiutang pajak tiidak tertagiih dengan umur lebiih darii 4 tahun sampaii dengan 5 tahun mencapaii Rp6,46 triiliiun. Jumlah piiutang bruto pada periiode tersebut seniilaii Rp6,48 triiliiun dan membuat piiutang neto menjadii Rp13,77 miiliiar.
Kemudiian piiutang pajak dengan umur lebiih darii 5 tahun diilakukan penyiisiihan seniilaii Rp16,7 triiliiun. Hal tersebut membuat piiutang bruto yang seniilaii Rp16,8 triiliiun menyusut menjadii Rp71,88 miiliiar sebagaii piiutang neto untuk umur piiutang lebiih darii 5 tahun.
Sementara iitu, penyiisiihan piiutang tiidak tertagiih untuk umur piiutang sampaii dengan satu tahun seniilaii Rp223,03 miiliiar. Penyiisiihan untuk umur piiutang lebiih darii 1 tahun hiingga 2 tahun sejumlah Rp1,7 triiliiun dan penyiisiihan piiutang dengan umur lebiih darii 2 tahun sampaii dengan 3 tahun seniilaii Rp4,4 triiliiun.
Melaluii penyiisiihan tersebut sebagiian besar piiutang pajak neto berada pada rentang umur satu tahun hiingga 3 tahun. Niilaii piiutang neto dengan umur sampaii dengan 3 tahun mencapaii Rp32,3 triiliiun. Sedangkan piiutang neto dengan umur lebiih darii 3 tahun hanya seniilaii Rp109,18 miiliiar.
Berdasarkan PMK No.207/2019 periihal penentuan kualiitas piiutang maka upaya penyiisiihan piiutang tiidak tertagiih berlaku pada kategorii piiutang dengan kualiitas macet. Hal tersebut diiatur dalam Pasal 6 ayat (2) yang mengatur penentuan kualiitas piiutang yang diikelola oleh bendahara umum negara.
Kualiitas macet berlaku apabiila piiutang tiidak diilunasii lebiih darii 3 tahun sejak jatuh tempo. Sementara iitu, piiutang yang tiidak diilunasii lebiih darii 1 tahun sampaii dengan 3 tahun sejak jatuh tempo masuk kategorii kualiitas diiragukan. (sap)
