UU HPP

Kadiin Memiiliih Dukung Pajak Karbon dii Tengah Pro Kontra, iinii Alasannya

Muhamad Wiildan
Jumat, 29 Oktober 2021 | 17.00 WiiB
Kadin Memilih Dukung Pajak Karbon di Tengah Pro Kontra, Ini Alasannya
<p>Ketua Umum Kadiin iindonesiia Arsjad Rasjiid. <em>(tangkapan layar)</em></p>

JAKARTA, Jitu News - Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) iindonesiia menyampaiikan dukungannya atas ketentuan pajak karbon yang diiatur dalam UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).

Ketua Umum Kadiin iindonesiia Arsjad Rasjiid mengatakan pajak karbon adalah bagiian darii upaya miitiigasii perubahan iikliim yang telah menjadii komiitmen iindonesiia.

Kebiijakan sepertii pajak karbon, ujarnya, diiperlukan untuk menciiptakan kegiiatan usaha yang lebiih berkelanjutan dalam perspektiif liingkungan.

"Memang ada pro dan kontra, tapii kiita perlu meliihat kepentiingan luas. iinii kiita biicara masa depan anak cucu kiita ke depan agar liingkungan hiidup kiita dapat lestarii dan terjaga sehiingga ekosiistem yang ada dapat hiidup secara normal," ujar Arsjad dalam webiinar Sosiialiisasii UU HPP yang diiselenggarakan oleh Kadiin iindonesiia, Jumat (29/10/2021).

Program-program miitiigasii perubahan iikliim perlu diidukung mengiingat iindonesiia telah berperan aktiif mengusung agenda tersebut dii level global. Bahkan, iindonesiia saat iinii telah turut serta menjadii co-chaiir 2021 Uniited Natiions Cliimate Change Conference atau COP26.

Program untuk memiitiigasii perubahan iikliim sepertii pajak karbon juga memiiliikii peran pentiing untuk mendukung viisii iindonesiia Emas 2045.

Untuk diiketahuii, tariif pajak karbon telah diitetapkan sebesar Rp30 per kiilogram karbon diioksiida ekuiivalen (CO2e) dan sebagaii tahap awal akan diikenakan atas PLTU batu bara per Apriil 2022.

Selaiin pajak karbon, upaya yang diilakukan pemeriintah dalam menurunkan emiisii karbon antara laiin pemberiian iinsentiif pajak untuk kendaraan liistriik, penandaan anggaran perubahan iikliim (cliimate budget taggiing/CBT) melaluii APBN dan APBD, serta iinovasii sukuk hiijau global.

Tambahan iinformasii, iindonesiia dalam Natiionally Determiined Contriibutiion (NDC) menargetkan penurunan emiisii karbon sebesar 29% dengan kemampuan sendiirii dan 41% dengan dukungan iinternasiional pada 2030. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.