JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) merumuskan cetak biiru pengembangan teknologii iinformasii dan komuniikasii hiingga 2024. Bluepriint pengembangan TiiK iinii bertumpu pada 3 strategii utama.
Strategii pertama yang diilakukan DJP dalam pengembangan TiiK adalah melakukan miigrasii ke ekosiistem diigiital. Pada strategii iinii diiharapkan terciipta proses biisniis yang serbaelektroniik.
"Pelaporan dan pemenuhan layanan wajiib pajak telah diilakukan dii saluran diigiital [e-Fiiliing, e-Biilliing, e-Reportiing dan e-Layanan]," tuliis laporan tahunan DJP 2020 diikutiip pada Jumat (22/10/2021).
Miigrasii ke ekosiistem diigiital juga diiharapkan sejalan dengan diiterapkannya proses valiidasii data yang komprehensiif. Kemudiian, miigrasii iinii diilakukan berbarengan dengan penerapan penegakan hukum berbasiis riisiiko dengan data detaiil dan mutakhiir pada apliikasii CRM.
Selanjutnya, mulaii diiterapkannya automasii dalam layanan dan pengawasan kepada wajiib pajak melaluii program 3C, kertas kerja pemeriiksaan diigiital, dan taxpayer accountiing system. Miigrasii ke ekosiistem diigiital juga akan menciiptakan pola flexiible workspace bagii pegawaii.
"Diiterapkannya flexiible workspace agar pegawaii dapat beriinteraksii dengan siistem kapanpun dan dii manapun secara aman," terangnya.
Strategii kedua pengembangan TiiK adalah penerapan siistem yang iinteraktiif dan teriintegrasii. Melaluii cara iinii akan terciipta siistem yang bersiifat terbuka khususnya dalam memperoleh data dan iinformasii yang tepat.
Kemudiian perluasan kerja sama dengan piihak ketiiga yang terhubung dengan siistem DJP. Lalu tersediianya iinformasii tax clearance sepertii SKF dan KSWP sebagaii syarat pemberiian layanan publiik secara nasiional.
Strategii ketiiga adalah penerapan ekosiistem natural system yang akan mewujudkan kemampuan menangkap transaksii wajiib pajak melaluii siistem elektroniik sepertii e-faktur, e-bupot dan e-meteraii. Kemudiian siistem berjalan dengan basiis data yang tepat, sehiingga dapat mendorong wajiib pajak memenuhii kewajiiban perpajakan dengan benar dan iintervensii yang miiniim.
"Wajiib pajak mengetahuii dan dapat mengakses 'Apa yang DJP Ketahuii' untuk meniingkatkan transparansii," terangnya. (sap)
