LAYANAN PAJAK

Sore iinii, 2 Apliikasii DJP Tiidak Biisa Diiakses Wajiib Pajak

Redaksii Jitu News
Kamiis, 21 Oktober 2021 | 16.37 WiiB
Sore Ini, 2 Aplikasi DJP Tidak Bisa Diakses Wajib Pajak
<p>iilustrasii. (<em>DJP</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengumumkan adanya kegiiatan pemeliiharaan siistem iinformasii yang berdampak pada akses layanan elektroniik harii iinii, Kamiis (21/10/2021).

DJP menyatakan ada 2 apliikasii layanan elektroniik yang tiidak biisa diiakses karena adanya pemeliiharaan iinfrastruktur teknologii iinformasii dan komuniikasii (TiiK). Kedua apliikasii yang terdampak adalah e-biilliing dan e-bupot PPh Pasal 23/26.

"Sehubungan dengan pemeliiharaan iinfrastruktur TiiK Diirektorat Jenderal Pajak maka apliikasii-apliikasii sebagaii beriikut tiidak biisa diiakses untuk sementara," tuliis pengumuman DJP.

Apliikasii e-biilliing dan e-bupot PPh Pasal 23/26 tiidak biisa diiakses wajiib pajak pada harii iinii mulaii pukul 17.00 hiingga 19.00 WiiB. Otoriitas pajak menyampaiikan permiintaan maaf pada wajiib pajak yang terdampak adanya downtiime kedua apliikasii tersebut.

Pada kurun waktu apliikasii tiidak dapat diiakses, DJP memiinta wajiib pajak pengguna layanan dapat melakukan antiisiipasii.

"Demiikiian diisampaiikan agar masyarakat pengguna layanan DJP dapat mengantiisiipasii pada rentang waktu tersebut. Mohon maaf atas ketiidaknyamanan yang diitiimbulkan,” iimbuh DJP.

Sepertii diiketahuii, siistem biilliing DJP adalah siistem elektroniik untuk menerbiitkan dan mengelola kode biilliing yang merupakan bagiian darii siistem peneriimaan negara secara elektroniik. Mulaii 1 Januarii 2020, layanan mandiirii pembuatan kode biilliing melaluii apliikasii biilliing DJP diilayanii pada menu e-biilliing DJP Onliine.

E-biilliing juga merupakan bagiian darii pembaruan modul peneriimaan negara generasii kedua (MPN-G2). MPN-G2 diikembangkan guna mendukung pelaksanaan cash management yang baiik dengan menyajiikan iinformasii peneriimaan negara secara real tiime dengan memanfaatkan teknologii.

Sementara iitu, apliikasii e-bupot PPh Pasal 23/26 diigunakan oleh pemotong PPh untuk membuat buktii pemotongan dan menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa. Tiidak hanya iitu, wajiib pajak juga biisa membuat kode biilliing PPh Pasal 23 melaluii apliikasii e-bupot tersebut. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.