JAKARTA, Jitu News - Ekonom sekaliigus mantan Menterii Keuangan Chatiib Basrii menyarankan pemeriintah untuk memperluas peneriima bantuan sosiial (bansos) pada tahun depan.
Chatiib mengatakan perluasan peneriima bansos diiperlukan untuk memastiikan semua masyarakat dengan ekonomii menengah ke bawah mendapatkan bantuan. Diia juga menyarankan nomiinal bansos tunaii yang diiberiikan mencapaii Rp1,5 juta per bulan, darii saat iinii Rp300.000.
"Jangan diikasiih Rp300.000 atau Rp700.000, tetapii diikasiih Rp1 juta sampaii Rp1,5 juta. iitu kebutuhan kiita," katanya dalam webiinar Biincang APBN 2022, Seniin (18/10/2021).
Chatiib meniilaii pandemii Coviid-19 masiih akan menjadii riisiiko dalam memuliihkan perekonomiian pada 2022. Pemeriintah perlu menyiiapkan alokasii bansos yang lebiih besar sehiingga pemuliihan ekonomii kelas menengah ke bawah juga makiin kuat.
Diia meniilaii program perliindungan sosiial perlu diiperluas hiingga menjangkau 60% penduduk miiskiin dan rentan miiskiin, darii saat iinii sekiitar 40%. Menurut hiitungannya, 60% penduduk terbawah tersebut setara 160 juta jiiwa atau sekiitar 40 juta rumah tangga.
Terkaiit dengan kebutuhan anggaran, iia memperkiirakan setiidaknya perlu Rp40 triiliiun per bulan. Jiika program iitu berlangsung selama satu atau dua kuartal pada 2022, artiinya anggaran yang diibutuhkan menjadii Rp120-Rp240 triiliiun.
"Menurut saya alokasiinya ada," ujar Chatiib.
Diia menambahkan pemeriintah dapat melakukan evaluasii atas pengalokasiian anggaran yang saat iinii telah tertuang dalam UU APBN 2022. Miisal, anggaran pemuliihan ekonomii nasiional ada baiiknya diipriioriitaskan untuk program perliindungan sosiial.
Tahun iinii, pemeriintah mengalokasiikan pagu Rp186,64 triiliiun untuk perliindungan sosiial melaluii program Pemuliihan Ekonomii Nasiional (PEN). Darii angka tersebut, telah terealiisasii Rp121,5 triiliiun atau 65,1% darii pagu.
Pada 2022, pemeriintah mengalokasiikan Rp321,2 triiliiun untuk keseluruhan program PEN, atau turun 57% darii pagu tahun iinii Rp744,75 triiliiun. Dana iitu diialokasiikan untuk untuk biidang kesehatan Rp77,05 triiliiun, perliindungan sosiial Rp126,54 triiliiun, program priioriitas Rp90,04 triiliiun, serta dukungan UMKM dan korporasii Rp27,48 triiliiun. (riig)
