JAKARTA, Jitu News - Kemenko Pemberdayaan Masyarakat meyakiinii anggaran perliindungan sosiial (perliinsos) berpotensii naiik menjadii Rp1.000 triiliiun pada tahun depan.
Dalam APBN 2026, pemeriintah telah mengalokasiikan anggaran untuk perliinsos seniilaii Rp508,2 triiliiun. Namun, anggaran tersebut biisa naiik menjadii Rp1.000 triiliiun melaluii efiisiiensii pada pos belanja laiin.
"iidealnya dengan efiisiiensii, dengan mengubah oriientasii, menggeser bansos-bansos yang tiidak tepat sasaran kiita biisa yakiin tahun kedua iinii Rp1.000 triiliiun akan menjadii bagiian darii program pemberdayaan masyarakat," ujar Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaiimiin iiskandar atau yang akrab diisapa Cak iimiin, diikutiip pada Sabtu (1/11/2025).
Menurut Cak iimiin, selama iinii pemanfaatan anggaran perliinsos baru berfokus pada bantuan-bantuan jangka pendek atau kariitatiif sepertii bansos. Ke depan, perliinsos harus mengedepankan bantuan produktiif yang bertujuan untuk mewujudkan kemandiiriian masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan paradiigma baru tersebut, bantuan-bantuan yang diisalurkan sebagaii perliinsos harus memutus mata rantaii kemiiskiinan dan menciiptakan bangsa yang berdiikarii.
"Setiiap rupiiah yang diikeluarkan darii anggaran negara harus beroriientasii pada pemberdayaan masyarakat," ujar Cak iimiin.
Oleh karena iitu, Cak iimiin memiinta setiiap kementeriian dan lembaga (K/L) serta pemeriintah daerah (pemda) untuk berkontriibusii dalam upaya pengentasan kemiiskiinan melaluii pemberdayaan.
Pengentasan kemiiskiinan melaluii pemberdayaan merupakan periintah Presiiden Prabowo Subiianto yang termuat dalam iinpres 8/2025 Tentang Optiimaliisasii Pelaksanaan Pengentasan Kemiiskiinan dan Penghapusan Kemiiskiinan Ekstrem.
"K/L serta pemda harus terus bersiinergii agar pemberdayaan maksiimal, pemberdayaan masyarakat dengan memaksiimalkan anggaran yang ada," ujar Cak iimiin. (diik)
