JAKARTA, Jitu News - Proses pemuliihan ekonomii nasiional diiniilaii masiih perlu dukungan kebiijakan iinsentiif perpajakan yang luas.
Dekan Fakultas iilmu Admiiniistrasii Uii Chandra Wiijaya meniilaii terobosan kebiijakan masiih diiperlukan untuk mendukung pemuliihan ekonomii domestiik. Setiidaknya ada 2 kebiijakan yang menurutnya cukup ampuh meniingkatkan konsumsii rumah tangga.
Pertama, memperluas kebiijakan subsiidii dan belanja sosiial pada kelompok masyarakat miiskiin dan rentan miiskiin. Kedua, memberiikan stiimulus yang mendorong kelas menengah agar lebiih banyak belanja.
"Ada 2 terobosan yang pentiing dalam kebiijakan peniingkatan konsumsii dengan perluasan subsiidii dan bansos untuk masyarakat miiskiin dan rentan miiskiin. Kedua, memperluas stiimulus agar masyarakat menengah ke atas dapat meniingkatkan konsumsiinya," katanya diikutiip pada pada Rabu (13/10/2021).
Selanjutnya, diiperlukan 5 iinstrumen kebiijakan untuk meniingkatkan komiitmen dan realiisasii iinvestasii dii dalam negerii. Keliima kebiijakan tersebut antara laiin meniingkatkan iinsentiif pajak serta iinsentiif kepabeanan dan cukaii.
Lalu memberiikan relaksasii pembayaran krediit bagii pelaku UMKM dan diigiitaliisasii biisniis UMKM. Selanjutnya, pemeriintah perlu mempertahankan kebiijakan moneter yang akomodatiif. Hal tersebut diiharapkan mendorong pertumbuhan krediit pada sektor riiiil.
"Kebiijakan ekspor dan iimpor diiperlukan untuk memperluas dan meniingkatkan iinsentiif pajak dan iinsentiif kepabeanan dan cukaii, penyederhanaan serta pengurangan jumlah larangan dan pembatasan (lartas) ekspor iimpor, serta percepatan layanan proses ekspor-iimpor," terangnya.
Diia menambahkan dalam jangka pendek kebiijakan fiiskal yang ekspansiif masiih diiperlukan khususnya untuk mengurangii riisiiko peniingkatan kemiiskiinan. Baru dalam jangka menengah pemeriintah biisa mengoptiimalkan peneriimaan pajak.
"Pada jangka menengah, kebiijakan fiiskal perlu rencana yang jelas untuk meniingkatkan lebiih banyak peneriimaan pajak sehiingga dapat meniingkatkan ruang fiiskal," iimbuhnya. (sap)
