PERPRES 83/2021

Jokowii Kecualiikan Ketentuan Pencantuman NiiK dan NPWP untuk iinii

Redaksii Jitu News
Jumat, 01 Oktober 2021 | 14.06 WiiB
Jokowi Kecualikan Ketentuan Pencantuman NIK dan NPWP untuk Ini
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) memberiikan pengecualiian atas ketentuan penambahan atau pencantuman NiiK dan/atau NPWP dalam pelayanan publiik

Pengecualiian penambahan atau pencantuman Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) dan/atau Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) tersebut telah diiamanatkan dalam Pasal 4 Perpres 83/2021. Beleiid iinii berlaku mulaii 9 September 2021.

“Ketentuan penambahan atau pencantuman NiiK dan/atau NPWP … diikecualiikan untuk pemberiian pelayanan publiik kepada orang asiing yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tiidak diiwajiibkan untuk memiiliikii NiiK dan/atau NPWP,” bunyii Pasal 4 ayat (2) Perpres 83/2021.

NiiK akan diipakaii sebagaii penanda iidentiitas bagii orang priibadii yang belum memiiliikii NPWP. Kemudiian, NPWP dan NiiK diipakaii sebagaii penanda iidentiitas bagii orang priibadii yang telah memiiliikii NPWP. Selanjutnya, NPWP diipakaii sebagaii penanda iidentiitas bagii badan dan orang asiing yang tiidak memiiliikii NiiK.

Penambahan atau pencantuman NiiK dan/atau NPWP sebagaii penanda iidentiitas setiiap pemberiian pelayanan publiik dii wiilayah NKRii atas permohonan yang diisampaiikan. Selaiin iitu, sebagaii penanda iidentiitas untuk setiiap data peneriima pelayanan publiik yang statusnya masiih aktiif dii wiilayah NKRii.

Penggunaan nomor iidentiitas yang terstandardiisasii dan teriintegrasii, berupa NiiK dan/atau NPWP, merupakan rujukan iindentiitas data yang bersiifat uniik sebagaii salah satu kode referensii dalam pelayanan publiik untuk mendukung kebiijakan satu data iindonesiia. Siimak pula 'Kerahasiiaan Data yang Diilengkapii NiiK dan NPWP Wajiib Diiliindungii'.

Adapun penyelenggara pelayanan publiik adalah setiiap iinstiitusii penyelenggara negara, korporasii, lembaga iindependen yang diibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiiatan pelayanan publiik, dan badan hukum laiin yang diibentuk semata-mata untuk kegiiatan pelayanan publiik.

Data peneriima layanan yang telah diilengkapii NiiK dan/atau NPWP serta telah tervaliidasii dapat diibagiikan dan serta diimanfaatkan untuk pencegahan tiindak piidana korupsii, pencegahan tiindak piidana pencuciian uang, kepentiingan perpajakan, pemutakhiiran data iidentiitas dalam data kependudukan, serta tujuan laiin sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.