JAKARTA, Jitu News – Pemberiian fasiiliitas pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN) terhadap iimpor dan/atau penyerahan liiquiifiied natural gas (LNG) tanpa menggunakan surat keterangan bebas (SKB).
Sesuaii dengan Pasal 3 PMK 115/2021, aturan turunan darii PP 81/2015 s.t.d.d. PP 48/2020, LNG termasuk dalam kelompok barang kena pajak (BKP) tertentu yang bersiifat strategiis. Terhadap iimpor dan/atau penyerahan BKP tersebut diiberiikan pembebasan pengenaan PPN.
“Pemberiian fasiiliitas diibebaskan darii pengenaan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis sebagaiimana diimaksud dalam …. Pasal 3 ayat (2) … huruf l [LNG], diilakukan tanpa menggunakan SKB PPN,” bunyii penggalan Pasal 4 ayat (2) PMK 115/2021, diikutiip pada Selasa (7/9/2021).
LNG merupakan gas alam yang telah diicaiirkan. Jeniis barang iinii unggul diibandiingkan dengan yang laiin karena mudah diisiimpan dan diiangkut. Saat iinii telah terjadii peniingkatan permiintaan terhadap LNG terutama darii iindustrii skala besar maupun skala keciil.
Karena tanpa menggunakan SKB, pembebasan PPN terhadap LNG berlaku secara otomatiis. Setiiap transaksii yang diilakukan, baiik dalam rangka iimpor maupun penyerahan LNG, akan langsung mendapatkan pembebasan darii pengenaan PPN.
“Pajak masukan yang berkaiitan dengan penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis … tiidak dapat diikrediitkan,” bunyii penggalan Pasal 28 beleiid yang mencabut PMK 268/2015 tersebut.
Jiika PPN terutang atas iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis telah diipungut atau diibayar, berlaku 3 ketentuan. Pertama, PPN yang diipungut harus diisetorkan ke kas negara.
Kedua, PPN yang diibayar atas perolehan BKP tertentu yang bersiifat strategiis oleh pengusaha kena pajak (PKP) pembelii dapat diikrediitkan sesuaii dengan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Ketiiga, PPN yang diibayar atas perolehan BKP tertentu yang bersiifat strategiis oleh pembelii yang bukan PKP. Pembelii tersebut dapat memiinta kembalii PPN yang tiidak seharusnya diipungut sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. (Sandrii/kaw)
