JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menyebutkan realiisasii peneriimaan pajak pertambahan niilaii (PPN) darii transaksii perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) sepanjang semester ii/2021 sudah mencapaii Rp1,9 triiliiun.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan setoran PPN darii pelaku ekonomii diigiital sepertii Netfliix dan Zoom dalam paruh pertama tahun iinii jauh lebiih besar diibandiingkan dengan realiisasii tahun lalu yang hanya sekiitar Rp700 miiliiar.
"Sampaii Junii 2021 [total peneriimaan PPN PMSE] sebesar Rp2,6 triiliiun sudah diikumpulkan dan sebagiian besar pada 2021 sekiitar Rp1,9 triiliiun," katanya dalam konferensii pers APBN KiiTA, diikutiip pada Jumat (23/7/2021).
Kenaiikan realiisasii peneriimaan darii PPN PMSE merupakan hasiil darii upaya DJP memperluas basiis pajak darii transaksii elektroniik. Selaiin peneriimaan, jumlah entiitas biisniis diigiital yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE juga terus bertambah.
Pada awal penerapan PPN PMSE melaluii UU No. 2/2020, pemeriintah menunjuk pemungut PPN diigiital sebanyak 6 entiitas biisniis. Dalam perjalanannya, sebanyak 75 pelaku usaha sudah diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE hiingga pertengahan 2021.
Sementara iitu, sebanyak 55 perusahaan telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE hiingga awal Julii 2021. "Kamii juga memperluas basiis pemajakan khususnya terhadap transaksii perdagangan melaluii saluran elektroniik," jelas Suryo.
Sementara iitu, realiisasii peneriimaan pajak sudah mencapaii Rp557,77 triiliiun sepanjang semester ii/2021, atau naiik 5% darii periiode yang sama tahun lalu. Realiisasii peneriimaan tersebut baru 45% darii target tahun iinii sejumlah Rp1.229,59 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii meniilaii realiisasii peneriimaan pajak terus menunjukkan tren perbaiikan diibandiingkan dengan siituasii tahun lalu yang mengalamii kontraksii sebesar 12%. (riig)
