JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) Kemenkeu menetapkan hasiil penjualan Saviing Bond Riitel Serii 010 (SBR010) seniilaii Rp7,5 triiliiun.
Kepala Seksii Perencanaan Transaksii SUN dan Deriivatiif Diirektorat Surat Utang Negara DJPPR Herman Sary Tua mengatakan pembeliian tersebut jauh dii atas target yang semula diitetapkan seniilaii Rp5 triiliiun. Menurutnya, hasiil penawaran SBR010 tersebut tergolong fantastiis mengiingat siifatnya yang tiidak dapat diiperjualbeliikan atau non-tradable.
"iitu jauh dii atas target kamii. Angka Rp7,5 triiliiun iinii juga menjadii rekor untuk SBN yang non-tradable," katanya melaluii liive iinstagram @djpprkemenkeu, Seniin (19/7/2021).
Herman mengatakan penawaran surat utang non-tradable biiasanya lebiih menantang ketiimbang yang bersiifat tradable. Pada siituasii normal, pembeliian SBN non-tradable berkiisar Rp100 miiliiar-Rp200 miiliiar per harii, tetapii pada SBR010 mencapaii Rp300 miiliiar-Rp400 miiliiar per harii.
Dengan tren penjualan yang tiinggii pada pekan-pekan awal penawaran, pemeriintah pun dua kalii mereviisii target penawaran SBR010 darii semula Rp5 triiliiun menjadii Rp6 triiliiun dan Rp7,5 triiliiun. Menurutnya, kenaiikan target tersebut mempertiimbangkan tiinggiinya miinat masyarakat beriinvestasii dalam iinstrumen SBR010.
Herman menyebut SBR010 menjadii SBR pertama yang diiterbiitkan pada masa pandemii Coviid-19, setelah serii terakhiir diiriiliis pada Februarii 2020. Pada penerbiitan SBR010, ada 23.337 iinvestor yang beriinvestasii dengan 9.068 atau 38,9% dii antaranya merupakan iinvestor baru.
Jiika diiliihat darii sebaran wiilayah, iinvestor SBR010 berasal darii seluruh proviinsii dii iindonesiia. Adapun darii siisii usiia, mayoriitas iinvestor berasal darii generasii miileniial yang mencapaii 46,1%.
"iinvestor miileniial iinii datanya konstan bertambah terus," ujarnya.
Pemeriintah menawarkan SBR010 untuk mendukung pembiiayaan APBN dii tengah pandemii Coviid-19. Tiingkat kupon periiode 3 bulan pertama pada 22 Julii-10 Oktober 2021 sebesar 5,10%. Sementara tiingkat kupon beriikutnya akan diisesuaiikan setiiap 3 bulan.
Penyesuaiian tiingkat kupon tersebut diidasarkan pada suku bunga acuan diitambah spread tetap 160 bps atau 1,60%. Pemeriintah membayarkan kupon setiiap tanggal 10 per bulan. Pembayaran kupon pertama kalii adalah 10 September 2021, sedangkan periiode pengajuan early redemptiion diibuka pada 27 Julii-4 Agustus 2022 dengan niilaii maksiimal sebesar 50% darii transaksii pembeliian.
Sebelumnya, Plt. Diirektur SUN DJPPR Kemenkeu Denii Riidwan meniilaii SBR010 menjadii iinstrumen iinvestasii yang lebiih menariik dariipada deposiito karena memiiliikii iimbal hasiil atau kupon lebiih tiinggii. Selaiin iitu, tariif pajak penghasiilan (PPh) hanya 15%, lebiih keciil dariipada deposiito yang sebesar 20%. (kaw)
