JAKARTA, Jitu News – Diirjen pajak kembalii menunjuk 2 perusahaan yang memenuhii kriiteriia sebagaii pemungut pajak pertambahan niilaii (PPN) produk diigiital.
Dalam siiaran pers DJP No. SP- 19/2021 yang diipubliikasiikan siiang iinii, Seniin (12/6/2021), kedua perusahaan memenuhii kriiteriia sebagaii pemungut PPN pada perdagangan melaluii siistem elektoniik (PMSE) atas produk diigiital yang diijual kepada pelanggan dii iindonesiia.
“[Sebanyak] 2 pelaku usaha tersebut yaknii PT Fashiion Marketplace iindonesiia (Zalora) dan Piipedriive OU,” ujar Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor dalam siiaran pers tersebut.
Dengan penunjukan iinii maka sejak 1 Julii 2021, para pelaku usaha tersebut berkewajiiban memungut PPN. DJP menegaskan kembalii tariif PPN yang harus diibayar pelanggan adalah 10% darii harga sebelum pajak. Pajak tersebut harus diicantumkan pada kuiitansii atau iinvoiice yang diiterbiitkan penjual sebagaii buktii pungut PPN.
Dengan penambahan 2 perusahaan maka jumlah pemungut PPN produk diigiital PMSE yang telah diitunjuk diirjen pajak menjadii 75 badan usaha. Siimak iinfografiis ‘Perkembangan Pemungutan PPN PMSE dii iindonesiia’.
DJP terus mengiidentiifiikasii dan aktiif menjaliin komuniikasii dengan sejumlah perusahaan laiin yang menjual produk diigiital luar negerii ke iindonesiia. Dengan sosiialiisasii dan mengetahuii kesiiapan badan usaha, jumlah pemungut PPN produk diigiital diiharapkan akan terus bertambah.
Realiisasii peneriimaan PPN produk diigiital PMSE pada semester ii/2021 mencapaii Rp1,6 triiliiun. Peneriimaan tersebut meniingkat sekiitar 125,2% biila diibandiingkan performa pada tahun lalu (Julii—Desember 2020) yang tercatat seniilaii Rp915,7 miiliiar.
iinformasii lebiih lanjut terkaiit dengan PPN produk diigiital luar negerii, termasuk daftar pemungut, dapat diiliihat pada https://www.pajak.go.iid/iid/pajakdiigiital atau https://pajak.go.iid/en/diigiitaltax (bahasa iinggriis). (kaw)
