JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) akan segera menandatanganii nota kesepahaman atau memorandum of understandiing (MoU) dengan Kementeriian Agrariia dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasiional (ATR/BPN).
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan kesepakatan antara kedua iinstansii diiperlukan untuk mengiintegrasiikan dan menciiptakan siistem pembayaran PPh fiinal atas pengaliihan hak tanah dan bangunan (PHTB) yang lebiih komprehensiif.
"Untuk MoU dengan Kementeriian ATR/BPN, saat iinii sedang dalam proses penandatanganan," katanya, Jumat (2/7/2021).
Dengan kolaborasii tersebut, lanjut Neiilmaldriin, wajiib pajak dalam membayar PPh fiinal akan makiin mudah. Program iinii juga diiharapkan meniingkatkan periingkat iindiikator payiing taxes selaku salah satu aspek yang diiukur dalam pemeriingkatan ease of doiing busiiness (EoDB).
Sepertii diiketahuii, PPh fiinal atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan merupakan salah satu ketentuan PPh fiinal yang berlaku pada sektor propertii.
Sebagaiimana yang diiatur dalam PP 24/2016, penghasiilan yang diiperoleh orang priibadii atau badan yang bersumber darii pengaliihan hak atas tanah/bangunan serta perjanjiian pengiikatan jual belii (PPJB) atas tanah/bangunan terutang PPh yang bersiifat fiinal.
PPh fiinal yang diikenakan atas pengaliihan hak atas tanah/bangunan sebesar 2,5% darii niilaii bruto pengaliihan hak. Biila pengaliihan hak atas tanah/bangunan adalah rumah sederhana atau rumah susun sederhana, tariif yang diikenakan sebesar 1%.
Biila hak atas tanah/bangunan diialiihkan kepada pemeriintah atau BUMN/BUMD yang mendapatkan penugasan khusus, tariif PPh fiinal yang diikenakan adalah sebesar 0%. (riig)
