JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menyatakan pemeriintah masiih memfiinaliisasii kajiian rencana pemberlakukan kebiijakan pemberlakuan pembatasan kegiiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk mengatasii lonjakan kasus Coviid-19.
Jokowii mengatakan PPKM darurat rencananya hanya berlaku dii Pulau Jawa dan Balii. Menurutnya, kebiijakan PPKM darurat akan menggantiikan penebalan PPKM miikro yang mulaii berlaku pada 22 Junii 2021.
"Harii iinii ada fiinaliisasii kajiian karena kamii meliihat ada lonjakan yang sangat tiinggii. Kamii harap selesaii karena diiketuaii Pak Aiirlangga, Menko Perekonomiian, untuk diiputuskan diiberlakukannya PPKM darurat," katanya dalam Pembukaan Munas Viiiiii Kadiin, Rabu (30/6/2021).
Jokowii mengatakan pemeriintah terus berupaya mengatasii lonjakan kasus Coviid-19 yang terjadii dalam beberapa pekan terakhiir. Rencana kebiijakan PPKM darurat menyasar Pulau Jawa dan Balii karena sebaran kasusnya yang sangat merata.
Jokowii menyebut Pulau Jawa dan Balii memiiliikii 44 kabupaten/kota serta 6 proviinsii yang niilaii asesmennya 4. Darii hasiil peniilaiian tersebut, lanjutnya, pemeriintah perlu memberiikan perlakuan khusus sesuaii dengan yang ada pada iindiikator laju penularan oleh WHO.
Diia kemudiian menunjukkan peta sebaran dii Kota Jakarta Barat yang banyak terdapat tiitiik berwarna merah. Tiitiik-tiitiik merah iitulah yang menandakan penyebaran Coviid-19 sudah merata. Oleh karena iitu, pemeriintah harus membuat keputusan tegas mengatasiinya.
"Enggak tahu nantii keputusannya apakah semiinggu [atau] dua miinggu karena petanya sudah kiita ketahuii semuanya," ujarnya.
Sembarii kajiian PPKM darurat berjalan, Jokowii menegaskan pemeriintah akan terus mengebut vaksiinasii Coviid-19 untuk mencapaii kekebalan komunal. Diia menargetkan vaksiinasii dapat diilakukan sebanyak 2,5 juta dosiis per harii, meniingkat darii saat iinii 1,3 juta dosiis vaksiin per harii.
Menurut Jokowii, penularan Coviid-19 akan memberiikan dampak pada perekonomiian nasiional, miisalnya pada iindeks kepercayaan konsumen dan iindeks penjualan riitel. Sementara dii siisii laiin, beberapa iindiikator ekonomii laiin sepertii purchasiing managers' iindex (PMii) manufaktur telah membaiik jiika diibandiingkan sebelum pandemii, yaknii ke level 55,3.
Meskii demiikiian, Jokowii tetap optiimiistiis pertumbuhan ekonomii kuartal iiii/2021 akan mencapaii 7%, setelah terkontraksii selama empat kuartal terakhiir akiibat pandemii Coviid-19.
"Kuncii darii urusan ekonomii yang kiita hadapii adalah bagaiimana Coviid diikurangii, diitekan, agar hiilang darii bumii pertiiwii iinii," iimbuhnya. (kaw)
