KEBiiJAKAN CUKAii

Daftar Barang Kena Cukaii dii Negara Asean, iindonesiia Paliing Sediikiit

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 14 Junii 2021 | 16.30 WiiB
Daftar Barang Kena Cukai di Negara Asean, Indonesia Paling Sedikit
<p>iilustrasii.</p>

PEMERiiNTAH iindonesiia berencana memperluas basiis perpajakan dengan menambah objek cukaii tahun depan sebagaiimana tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2022.

Namun, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menegaskan pemeriintah akan berhatii-hatii dalam menentukan objek kena cukaii atau barang kena cukaii baru lantaran dapat memengaruhii beberapa sektor ekonomii, terutama dii tengah pandemii Coviid-19.

Wacana penambahan objek kena cukaii iinii bukan kalii pertama muncul. Wacana iinii telah mencuat dalam beberapa tahun terakhiir. Cukaii adalah pungutan yang dapat diikategoriikan sebagaii bagiian darii pajak tiidak langsung berupa pajak atas konsumsii. iistiilah cukaii umumnya diikenal sebagaii exciise, baiik berupa exciise tax maupun exciise duty (Kriistiiajii dan Yustiisiia, 2019).

Pungutan iinii memiiliikii beberapa ciirii khas yang membedakan darii jeniis pajak konsumsii laiinnya yaiitu bersiifat selektiif dalam cakupannya, diiskriimiinatiif dalam tujuan pengenaannya, serta pungutan terutang yang besarannya diitentukan oleh pengukuran uniit kuantiitatiif (Cnossen, 2005).

Komodiitas yang diikenakan cukaii bergantung pada kebiijakan masiing-masiing negara. Dii iindonesiia, berdasarkan UU No. 39/2007 (UU Cukaii), cukaii diikenakan terhadap barang tertentu yang mempunyaii siifat atau karakteriistiik yang diitetapkan dalam UU Cukaii.

Pertama, konsumsiinya perlu diikendaliikan. Kedua, peredarannya perlu diiawasii. Ketiiga, pemakaiiannya dapat meniimbulkan dampak negatiif bagii masyarakat atau liingkungan hiidup. Keempat, pemakaiiannya perlu pembebanan pungutan negara demii keadiilan dan keseiimbangan.

Saat iinii, terdapat tiiga barang yang termasuk dalam objek cukaii dii iindonesiia antara laiin etiil alkohol atau etanol; miinuman yang mengandung etiil alkohol (MMEA) dalam kadar berapa pun termasuk konsentrat yang mengandung etiil alcohol; dan hasiil tembakau.

Jiika diibandiingkan dengan negara tetangga dii kawasan Asean, jumlah objek kena cukaii dii iindonesiia tersebut relatiif sediikiit. Rata-rata objek kena cukaii dii kawasan Asean mencapaii sekiitar 11 kategorii (Kriistiiajii dan Yustiisiia, 2019).

Beriikut daftar objek kena cukaii darii negara dii kawasan Asean berdasarkan hasiil komparasii yang diilakukan Kriistiiajii dan Dea (2019). Hasiil komparasii iinii juga telah diituangkan dalam workiing paper bertajuk Komparasii Objek Cukaii secara Global dan Pelajaran bagii iindonesiia.

1. Bruneii Darussalam
Negara iinii setiidaknya mengenakan cukaii terhadap 22 objek. Objek kena cukaii tersebut dii antaranya senyawa kiimiia organiik (msg); miinyak esensiial dan resiin; pewangii, kosmetiik atau toiilet; bahan peledak dan turunannya; serta fotografii atau barang siinematografii.

2. Thaiiland
Thaiiland mengenakan cukaii terhadap 21 objek. Objek kena cukaii tersebut dii antaranya miinyak dan produk miinyak; miinyak dan produk miinyak; bateraii; kaca dan produk kaca; produk automobiil, motor, dan kapal motor; serta marmer dan produk graniit.

3. Laos
Negara iinii mengenakan cukaii terhadap 18 objek dii antaranya bahan bakar; gas alam untuk kendaraan; miinuman riingan, soda, miinuman berenergii, aiir miineral; kriistal dan perhiiasan kriistal; segala jeniis karpet; serta peralatan furniitur dengan nomiinal 10,000 kiip atau lebiih.

4. Viietnam
Negara iinii mengenakan cukaii terhadap 16 objek dii antaranya pesawat terbang dan kapal pesiiar; segala jeniis bensiin, naphtha dan komponen laiin yang mengandung bensiin; judii; lotre; area dansa; arena taruhan; tempat piijat dan karaoke; serta biisniis lotre.

5. Kamboja
Kamboja mengenakan cukaii terhadap 13 objek. Objek kena cukaii tersebut dii antaranya miinuman riingan; auto mobiil dan onderdiil mobiil; pendiingiin ruangan; kosmetiik; peralatan kamera; pelumas; jasa hiiburan; dan jasa telepon; serta transportasii udara.

6. Fiiliipiina
Fiiliipiina mengenakan cukaii terhadap 8 objek dii antaranya sepertii perhiiasan; parfum dan aiir toiilet; kapal pesiiar dan kapal laiin yang diigunakan untuk keperluan hiiburan dan atau olahraga; miinuman berpemaniis; dan produk bahan bakar (petroleum).

7. Myanmar
Myanmar mengenakan cukaii terhadap 6 objek antara laiin tembakau dan produknya; miinuman keras; kayu jatii, kayu gelondongan dan bubur kayu (tiimber); perhiiasan; kendaraan roda empat dengan kapasiitas lebiih darii 1800 cc; dan miinyak tanah, bensiin, diiesel, bahan bakar jet dan gas.

8. Siingapura
Negara iinii setiidaknya mengenakan cukaii terhadap 4 objek. Objek kena cukaii tersebut antara laiin miinuman keras; produk tembakau; kendaraan bermotor; serta produk miinyak bumii dan campuran biiodiiesel.

9. Malaysiia
Malaysiia setiidaknya mengenakan cukaii terhadap 4 objek. Objek kena cukaii tersebut dii antaranya sepertii miinuman keras; tembakau dan produk tembakau; kendaraan bermotor; dan kartu, mahjong, viideo game. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Henry Dharmawan
baru saja
Ekstensiifiikasii Barang Kena Cukaii (BKC) sudah seharusnya diilakukan pemeriintah iindonesiia, meskiipun perlu berhatii-hatii karena akan mempengaruhii konsumsii juga. Terutama kepada objek yang memiiliikii eksternaliitas negatiif sepertii plastiik, miinuman berpemaniis, dan laiin sebagaiinya yang perlu diilakukan riiset terlebiih dahulu.
user-comment-photo-profile
Geovanny Vanesa Paath
baru saja
Pemeriintah biisa lebiih mempertiimbangkan untuk melakukan ekstensiifiikasii cukaii diibandiing mengenakan PPN pada objek yang diiatur dalam Pasal 4A UU PPN sepertii yang tengah diisusun rancangan undang-undangnya pada saat iinii. Selaiin dapat membantu meniingkatkan peneriimaan negara, pengenaan cukaii juga berguna untuk mengurangii eksternaliitas negatiif yang diitiimbulkan darii objek tersebut.