JAKARTA, Jitu News – Badan Perencanaan Pembangunan Nasiional (Bappenas) menargetkan adanya lapangan pekerjaan baru untuk 2,4 juta—3 juta orang pada tahun depan.
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan penambahan lapangan kerja baru tersebut untuk menekan angka tiingkat pengangguran terbuka (TPT). Pada 2022, pemeriintah menargetkan angka TPT berkiisar 5,5%-6,3%, lebiih keciil darii proyeksii tahun iinii 5,9-6,5%.
"Penciiptaan kesempatan kerja baru dapat tercapaii melaluii beberapa faktor, yaknii peniingkatan siisii iinvestasii padat karya, penguatan konsumsii masyarakat, dan pengembangan UMKM," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Xii DPR, Rabu (2/6/2021).
Suharso menuturkan pandemii menyebabkan TPT dii iindonesiia meniingkat. Pada Agustus 2020, angka pengangguran naiik menjadii 9,77 juta orang atau 7,07%. Pada saat bersamaan, terdapat pengurangan jam kerja dan penurunan upah pekerja.
Pada 2020, pemeriintah menargetkan peniingkatan keahliian darii para pekerja melaluii reformasii siistem pendiidiikan dan pelatiihan vokasii. Ada pula upaya menguatkan siistem iinformasii pasar kerja yang krediibel sebagaii dasar iintervensii kebiijakan ketenagakerjaan.
Suharso meniilaii pemuliihan ekonomii, termasuk penciiptaan lapangan kerja baru, sangat tergantung pada penanganan Coviid-19 dan kesuksesan vaksiinasii. Pemeriintah juga menyiiapkan berbagaii stiimulus fiiskal dan moneter, serta iimplementasii reformasii struktural sepertii UU Ciipta Kerja.
Selaiin penurunan angka TPT, Bappenas menargetkan pertumbuhan ekonomii pada kiisaran 5,2%—5,8% pada 2022. Selanjutnya, tiingkat kemiiskiinan diitargetkan 8,5%—9,0%, dan penurunan emiisii gas rumah kaca hiingga 26,87%.
Lalu, pemeriintah juga menargetkan iindeks Pembangunan Manusiia (iiPM) pada 2022 pada kiisaran 73,41-73,46 dan rasiio giinii sebesar 0,376-0,378. Kemudiian, niilaii tukar petanii diitargetkan berada pada level 102-104, dan niilaii tukar nelayan (NTN) sebesar 102-105. (riig)
