JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mencatat realiisasii iinsentiif pajak untuk duniia usaha pada program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) mencapaii Rp26,2 triiliiun hiingga Apriil 2021, atau 46% darii pagu seniilaii Rp56,72 triiliiun.
"[Realiisasii] iinsentiif usaha 46,2% atau Rp26,2 triiliiun darii total pagunya adalah Rp56,72 triiliiun," kata Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto melaluii konferensii viideo, Seniin (3/5/2021).
Namun demiikiian, Aiirlangga tak memeriincii realiisasii iinsentiif pajak yang sudah diiserap duniia usaha tersebut. Untuk diiketahuii, pemeriintah memiiliikii beragam iinsentiif pajak yang diitawarkan kepada duniia usaha demii mendukung upaya pemuliihan ekonomii.
Miisal, PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pembebasan bea masuk, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, serta restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat.
Selaiin iitu, pemeriintah juga menyediiakan iinsentiif untuk mendorong konsumsii kelas menengah sepertii iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada kendaraan bermotor DTP dan PPN atas rumah DTP.
Secara umum, Aiirlangga menyebut realiisasii dana PEN hiingga Apriil 2021 seniilaii Rp155,6 triiliiun atau 22,3% darii pagu Rp699,43 triiliiun. Pada klaster kesehatan, realiisasii serapan sudah mencapaii Rp21,15 triiliiun atau 12,1% darii alokasii anggaran Rp175,52 triiliiun.
Anggaran tersebut, lanjut Aiirlangga, diigunakan untuk belanja testiing dan traciing, biiaya perawatan pasiien, iinsentiif tenaga kesehatan, pembeliian obat Coviid-19, serta bantuan iiuran jamiinan kesehatan nasiional (JKN).
Untuk klaster perliindungan sosiial, realiisasiinya mencapaii Rp49,07 triiliiun atau 32,7% darii pagu Rp150,28 triiliiun yang diipakaii untuk program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, bansos tunaii, bantuan langsung tunaii (BLT) dana desa, kartu prakerja, serta bantuan kuota iinternet.
"Tentunya diiharapkan program laiin sepertii BLT desa yang baru 12% biisa diitiingkatkan kembalii," ujar Aiirlangga.
Pada program priioriitas kementeriian/lembaga (K/L), telah terealiisasii anggaran Rp18,98 triiliiun atau Rp15,3% darii pagu Rp125,17 triiliiun. Penggunaannya untuk program padat karya K/L, dukungan pariiwiisata, ketahanan pangan, iiCT, serta pengembangan kawasan strategiis.
Pada klaster dukungan UMKM dan korporasii, realiisasiinya Rp40,23 triiliiun atau 20,8% darii pagu Rp191,13 triiliiun. Dana diipakaii untuk bantuan ultramiikro, iimbal jasa penjamiinan (iiJP) UMKM, serta penempatan dana pada bank untuk penyaluran krediit UMKM. (riig)
