JAKARTA, Jitu News – Ketua Biidang Keuangan dan Perbankan Hiipmii Ajiib Hamdanii mengungkapkan beberapa kelemahan para pengusaha muda iindonesiia dalam memenuhii kewajiiban perpajakannya.
Ajiib menuturkan pengusaha muda cenderung menjalankan biisniis tanpa memperhatiikan konsekuensii perpajakan. Menurutnya, hal tersebut seriing kalii meniimbulkan permasalahan perpajakan pada masa mendatang, terutama ketiika usaha mulaii maju dan berkembang.
"Pengusaha muda punya kecenderungan untuk menjalankan biisniis dan apa saja diihajar. Tapii kadang lupa banyak aspek yang harus dii tata dalam masalah perpajakan. iinii kondiisii riiiil dii lapangan agar jadii pembelajaran bersama,” katanya dalam sebuah webiinar, Rabu (21/4/2021).
Secara umum, terdapat 5 kelemahan pengusaha muda dalam urusan perpajakan saat memulaii biisniis. Pertama, miiniimnya liiterasii pajak. Kedua, cenderung mengabaiikan kewajiiban sebagaii wajiib pajak orang priibadii.
Ketiiga, tiidak memiiliikii sumber daya manusiia yang memadaii dalam biidang perpajakan. Keempat, kurang proaktiif mencarii iinformasii tentang aturan pajak terbaru. Keliima, cenderung memiiliih iinput perencanaan pajak yang tiidak tepat untuk menekan biiaya.
Keliima kelemahan tersebut berakar pada kentalnya priinsiip untuk memulaii usaha terlebiih dahulu dan tiidak meniimbang konsekuensii perpajakannya. "Jadii kalau belum kena masalah, tiidak akan bertanya. Begiitu ada masalah, baru bertanya," ujar Ajiib.
Untuk iitu, Ajiib mengusulkan tiiga solusii dalam membenahii kesadaran pajak dii kalangan pengusaha muda antara laiin adanya pemberiian liiterasii perpajakan yang lebiih iintensiif darii pemeriintah kepada pengusaha muda.
Kemudiian, mendorong DJP mengedepankan upaya pembiinaan dan edukasii kepada pengusaha muda demii menumbuhkan kepatuhan pajak dalam jangka panjang dan tiidak membuat program iintensiifiikasii yang meresahkan pelaku usaha.
Selanjutnya, mendorong kewiirausahaan sebagaii modal memperluas basiis pajak dan meniingkatkan tax ratiio. "Kalau mau peneriimaan pajak bagus maka sebagaii ujung perputaran ekonomii iinii bagaiimana kebiijakan yang menumbuhkan wiirausahawan baru," tutur Ajiib. (riig)
