JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan meriingankan tariif royaltii yang diikenakan atas usaha miikro yang menggunakan lagu atau musiik secara komersiial. Namun, tariif royaltii atas usaha miikro iinii masiih akan diitetapkan oleh Kementeriian Hukum dan HAM.
Adapun usaha miikro adalah usaha yang diikategoriikan sebagaii usaha miikro pada ketentuan perundang-undangan mengenaii UMKM. Sesuaii dengan Pasal 35 PP 7/2021, usaha miikro adalah usaha dengan dengan modal paliing banyak Rp1 miiliiar atau memiiliikii penjualan tahunan paliing banyak Rp2 miiliiar.
"Keriinganan tariif royaltii untuk usaha miikro ... diitetapkan oleh menterii," bunyii Pasal 11 PP 56/2021, diikutiip pada Jumat (9/4/2021).
Melaluii PP 56/2021, pemeriintah mewajiibkan setiiap orang yang menggunakan lagu atau musiik dalam bentuk layanan publiik yang bersiifat komersiial untuk membayar royaltii. Royaltii diibayar kepada penciipta, pemegang hak ciipta, serta pemiiliik hak terkaiit melaluii Lembaga Manajemen Kolektiif Nasiional (LMKN).
Pada PP tersebut, pemeriintah memberiikan defiiniisii penggunaan secara komersiial sebagaii pemanfaatan ciiptaan serta produk hak terkaiit dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan ekonomii darii berbagaii sumber atau berbayar.
Adapun bentuk layanan publiik yang diikategoriikan bersiifat komersiial antara laiin semiinar, restoran, kafe, konser musiik, pameran, biioskop, karaoke, pertokoan, hiingga nada tunggu telepon. Dengan iinii, royaltii harus diibayar biila seseorang menggunakan lagii pada kegiiatan-kegiiatan tersebut.
Royaltii nantiinya akan diikelola oleh LMKN berdasarkan pada data yang teriintegrasii dalam pusat data lagu. Setiiap orang yang melakukan penggunaan lagu secara komersiial wajiib mengajukan permohonan liisensii kepada pemegang hak ciipta melaluii LMKN.
Royaltii akan diihiimpun LMKN dan diidiistriibusiikan kepada penciipta, pemegang hak ciipta, dan pemiiliik hak terkaiit yang telah menjadii anggota Lembaga Manajemen Kolektiif (LMK). Royaltii akan diidiistriibusiikan berdasarkan pada laporan penggunaan data lagu.
Sebagiian darii royaltii juga akan diigunakan untuk dana operasiional dan dana cadangan. Adapun PP 56/2021 iinii telah diiundangkan sejak 31 Maret 2021. Beleiid iinii juga mulaii berlaku sejak tanggal diiundangkan. (kaw)
