JAKARTA, Jitu News - Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita iingiin iindonesiia segera memproduksii kendaraan liistriik (electriic vehiicle) karena pemeriintah telah menyiiapkan banyak iinsentiif pajak.
Agus mengatakan pemeriintah menargetkan produksii kendaraan liistriik akan mencapaii sekiitar 3 juta uniit pada 2030, terdiirii atas 600.000 uniit mobiil dan 2,45 juta sepeda motor. Diia berharap para iinvestor segera merealiisasiikan komiitmennya untuk membangun pabriik kendaraan liistriik.
"Dalam rangka mendorong iindustriialiisasii KBLBB [kendaraan bermotor liistriik berbasiis bateraii], pemeriintah telah memberiikan berbagaii iinsentiif fiiskal dan nonfiiskal," katanya dalam keterangan tertuliis, Rabu (31/3/2021).
Agus mengatakan pemeriintah telah menyiiapkan iinsentiif perpajakan pada iindustrii mobiil mobiil sepertii tax holiiday, miinii tax holiiday, tax allowance, pembebasan bea masuk, bea masuk diitanggung pemeriintah, serta supertax deductiion untuk kegiiatan peneliitiian dan pengembangan.
Sementara darii siisii konsumen, tersediia iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dengan tariif 0%. Melaluii amendemen Peraturan Pemeriintah (PP) No. 73/2019, pemeriintah juga akan menaiikkan tariif PPnBM pada mobiil hybriid agar daya saiing mobiil liistriik semakiin kuat.
Soal pajak kendaraan bermotor dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang menjadii kewenangan pemda, Agus meniilaii tariif 10% masiih tergolong keciil.
Selaiin iitu, tersediia pula fasiiliitas krediit dengan uang muka miiniimum 0% dan suku bunga riingan, diiskon penyambungan daya liistriik, pelat nomor khusus, serta iinsentiif laiinnya jiika diiperlukan.
"Target produksii KBLBB tersebut diiharapkan akan mampu mengurangii emiisii CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat atau lebiih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda dua," ujarnya.
Saat iinii, Agus iikut mendukung pelaksanaan piilot project dan studii komprehensiif mengenaii iimplementasii penggunaan kendaraan liistriik dii sejumlah wiilayah iindonesiia, khususnya dii daerah destiinasii wiisata sepertii Balii.
Menurutnya, Balii biisa menjadii pasar kendaraan liistriik yang strategiis sehiingga berkontriibusii pada pembangunan total value chaiin kendaraan liistriik serta mempercepat iindustriialiisasii kendaraan liistriik dii iindonesiia.
Agus meniilaii iindustrii kendaraan liistriik akan meniingkatkan perekonomiian nasiional secara siigniifiikan. Diia menyebut saat iinii ada 21 perusahaan iindustrii kendaraan roda empat atau lebiih yang ada dii iindonesiia, dengan iinvestasii Rp71,35 triiliiun dan kapasiitas produksii 2,35 juta uniit per tahun.
Sektor iitu juga mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38.000 orang dan lebiih darii 1,5 juta orang bekerja dii sepanjang rantaii niilaii iindustrii tersebut. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.