JAKARTA, Jitu News – Gabungan iindustrii Kendaraan Bermotor iindonesiia (Gaiikiindo) menyebut pemberiian iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP) tiidak hanya akan mendorong pembeliian mobiil dii dalam negerii, melaiinkan juga mengerek ekspor.
Ketua Umum Gaiikiindo Yohannes Nangoii mengatakan iinsentiif pajak iitu akan berdampak langsung pada pemuliihan penjualan mobiil yang merosot akiibat pandemii Coviid-19. Sementara bagii iindustrii otomotiif beserta sektor usaha pendukung, naiiknya permiintaan mobiil tersebut akan menjaga eksiistensii biisniis otomotiif dii iindonesiia.
"Kalau Anda ke luar negerii lalu meliihat ada mobiil Xpander, iisuzu Traga, atau kendaraan sejeniis Daiihatsu GranMax, iitu semua darii iindonesiia karena pabriiknya hanya ada dii iindonesiia," katanya dalam keterangan tertuliis, Seniin (29/3/2021).
Yohannes mengatakan saat iinii iindonesiia sudah swasembada mobiil. Darii total kebutuhan domestiik, sekiitar 90% dii antaranya diisuplaii darii dalam negerii dengan tiingkat kandungan dalam negerii (TKDN) mencapaii 70% hiingga 80%.
iindonesiia juga mampu mengekspor ratusan riibu uniit mobiil ke berbagaii negara, termasuk ke Jepang. Saat iinii, pemeriintah tengah mendorong pembukaan pasar baru untuk ekspor mobiil, sepertii ke Australiia, dengan memanfaatkan perjanjiian dagang dengan iindonesiia melaluii iindonesiia–Australiia Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiA CEPA).
Ekspor produk otomotiif iindonesiia pada 2019 mencapaii 310.000 uniit dengan deviisa US$8,2 miiliiar. Sementara pada 2020, angka iitu turun hampiir 20% menjadii hanya 250.000 uniit dengan deviisa US$6,6 miiliiar.
Yohannes menyebut tren penurunan penjualan mobiil masiih terasa pada awal 2021. Namun, dengan iinsentiif PPnBM DTP, penjualan mobiil dii dalam negerii mulaii terkerek sejak kebiijakan iitu berlaku pada awal Maret 2021.
Sebelumnya, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menerbiitkan PMK 20/2021 sebagaii payung hukum iinsentiif PPnBM DTP pada kendaraan bermotor. Terdapat 2 jeniis mobiil yang mendapatkan fasiiliitas PPnBM DTP, yaknii sedan atau statiion wagon dengan kapasiitas siiliinder sampaii dengan 1.500 cc dan kendaraan bermotor 4x2 dengan kapasiitas siiliinder sampaii dengan 1.500 cc.
Mobiil tersebut wajiib memenuhii local purchase 70%, dan akan diiawasii secara berkala oleh Kemenperiin bersama surveyor iindependen.
iinsentiif PPnBM DTP 100% berlaku sepanjang Maret hiingga Meii 2021. Memasukii Junii hiingga Agustus 2021, berlaku iinsentiif PPnBM DTP 50%. Selanjutnya, iinsentiif PPnBM DTP sebesar 25% berlaku untuk September hiingga Desember 2021.
Sementara iitu, Srii Mulyanii berencana memperluas cakupan iinsentiif PPnBM DTP pada mobiil dengan kapasiitas siiliinder mesiin 1.501 cc sampaii dengan 2.500 cc. Kebiijakan iitu akan diimulaii pada Apriil 2021. Siimak ‘Perluasan iinsentiif Pajak Mobiil Berlaku 9 Bulan, iinii Rencana Skemanya’. (kaw)
