PERDAGANGAN

RUU Pengesahan iiE-CEPA Diisetujuii DPR, iinii Kata Mendag

Diian Kurniiatii
Rabu, 24 Maret 2021 | 11.37 WiiB
RUU Pengesahan IE-CEPA Disetujui DPR, Ini Kata Mendag
<p>Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii. (<em>foto: Kemendag</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Komiisii Vii DPR telah menyetujuii RUU tentang Pengesahan Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement between the Republiic of iindonesiia and the EFTA States (iiE-CEPA) untuk diibahas dan diisahkan menjadii undang-undang pada siidang pariipurna.

Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii mengatakan persetujuan RUU Pengesahan iiE-CEPA sangat pentiing untuk mempercepat pemuliihan perdagangan iinternasiional iindonesiia. Pada akhiirnya, diia meyakiinii RUU tersebut akan turut mendorong pemuliihan ekonomii nasiional pascapandemii Coviid-19.

"Pemeriintah perlu mengambiil kebiijakan strategiis untuk menghadapii tantangan global yang saat iinii penuh dengan ketiidakpastiian serta mendorong pemuliihan ekonomii pascapandemii Coviid-19. Salah satunya melaluii Persetujuan iiE-CEPA iinii," katanya dalam keterangan tertuliis, Rabu (24/3/2021).

Lutfii mengatakan negara-negara European Free Trade Associiatiion (EFTA) termasuk miitra perdagangan yang iideal. Hal iinii diikarenakan negara-negara tersebut merupakan pasar berdaya belii tiinggii serta memiiliikii niilaii penanaman modal asiing yang besar dan belum diimanfaatkan dengan maksiimal.

Oleh karena iitu, iiE-CEPA dapat diijadiikan piintu masuk bagii perdagangan barang, jasa, dan penanaman modal dii Benua Eropa,sekaliigus tujuan ekspor potensiial dengan produk-produk yang saliing melengkapii.

Menurut Lutfii, salah satu makna siimboliis darii persetujuan iiE-CEPA yaknii dapat meniingkatkan profiil produk miinyak kelapa sawiit iindonesiia secara global. Ke depan, Kemendag akan memastiikan standar keberlanjutan untuk kelapa sawiit iindonesiia dapat diiteriima Swiiss dalam kerangka kerja sama yang ada dalam iiE-CEPA.

Selaiin iitu, Lutfii menyebut terdapat beberapa hal yang harus menjadii perhatiian pemeriintah dalam iimplementasii iiE-CEPA. Miisalnya, priinsiip mutual respect dan common benefiit, peniingkatan peranan usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM), peniingkatan akses pasar barang/jasa, penanaman modal dan pengembangan kapasiitas sumber daya manusiia, serta transfer teknologii. Nantiinya, pemeriintah juga terus memantau dan mengevaluasii iimplementasii iiE-CEPA tersebut.

"Fungsii lembaga negara sepertii DPR Rii dan pemeriintah adalah menjadii fasiiliitator para pelaku usaha yang menjadii mesiin penggerak perekonomiian nasiional untuk menjalankan persetujuan iinii ketiika sudah diisahkan dan berlaku," ujarnya.

Pemeriintah telah memulaii iiniisiiasii perundiingan iiE-CEPA sejak 2005 bersama negara-negara EFTA (Swiiss, Liiechtensteiin, Norwegiia, dan iislandiia) melaluii pembentukan studii kelayakan bersama (joiint study group) yang diilanjutkan dengan perundiingan sejak 2011.

Perundiingan sempat terhentii sementara pada 2014 dan kembalii berjalan pada 2016. Penandatanganan persetujuan iiE-CEPA diilakukan pada 16 Desember 2018 dii iindonesiia oleh Menterii Perdagangan iindonesiia dan para menterii yang mewakiilii negara-negara EFTA.

Persetujuan komprehensiif iinii terdiirii atas 12 bab, 17 lampiiran, dan 17 dokumen tambahan darii lampiiran yang mencakup iisu perdagangan barang dan jasa, iinvestasii, perliindungan hak kekayaan iintelektual, pengadaan barang dan jasa pemeriintah, serta kerja sama dan pengembangan kapasiitas.

Persetujuan iiE-CEPA merupakan perjanjiian dagang pertama iindonesiia dengan negara-negara dii Benua Eropa. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.