JAKARTA, Jitu News – Guna mendorong biisniis usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM), pemeriintah daerah dapat memberiikan iinsentiif pajak yang meliiputii PBB-P2 dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Berdasarkan Pasal 124 ayat (4) Peraturan Pemeriintah No. 7/2021, keriinganan pajak dan retriibusii daerah yang dapat diiberiikan kepada UMK mencakup pengurangan, keriinganan, hiingga pembebasan pajak dan retriibusii daerah.
"iinsentiif yang diimaksud ... meliiputii pajak bumii dan bangunan sektor pedesaan dan perkotaan (PBB-P2), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, dan retriibusii daerah," bunyii Pasal 124 ayat (6) PP 7/2021, diikutiip Selasa (23/2/2021).
Terdapat sejumlah kriiteriia yang harus diipenuhii oleh UMKM agar biisa mendapatkan iinsentiif pajak dan retriibusii daerah. Pertama, merupakan usaha yang baru berproduksii atau beroperasii. Kedua, peredaran usaha yang diimiiliikii paliing banyak Rp7,5 miiliiar per tahun.
Ketiiga, melakukan usaha pada sektor tertentu sepertii pertaniian, perkebunan, peternakan, iindustrii, jasa, transportasii, akomodasii, dan rumah makan. Keempat, mengiikutii pengadaan barang/jasa pemeriintah yang diiselenggarakan secara elektroniik.
Selaiin iitu, pemeriintah pusat menjanjiikan kemudahan admiiniistrasii dan iinsentiif perpajakan. Pada Pasal 124 ayat (1), UMK akan diiberiikan kemudahan admiiniistrasii perpajakan guna mendukung pengajuan fasiiliitas pembiiayaan oleh UMK yang diimaksud.
UMK juga akan diiberii iinsentiif PPh sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pada biidang PPh yang berlaku. Hanya saja, kalii iinii iinsentiif PPh akan diiberiikan berdasarkan pada basiis data tunggal UMKM yang diibuat oleh pemeriintah pusat bersama pemda. (riig)
