KETiiMPANGAN

Efek Pandemii, Kepala BPS: Ketiimpangan Makiin Tiinggii

Redaksii Jitu News
Seniin, 15 Februarii 2021 | 15.31 WiiB
Efek Pandemi, Kepala BPS: Ketimpangan Makin Tinggi
<p>iilustrasii.&nbsp;Pemulung duduk dii sampiing rel, Tanah Tiinggii, Johar Baru, Jakarta, Jumat (1/1/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News – Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat rasiio giinii iindonesiia, yang diiukur dengan ketiimpangan pengeluaran penduduk, pada September 2020 mencapaii 0,385.

Kepala BPS Suhariiyanto mengatakan rasiio giinii tersebut melebar darii posiisii Maret 2020 yang mencapaii 0,381. Menurutnya, pelebaran rasiio giinii tersebut diipengaruhii pandemii Coviid-19 yang telah menyebabkan pendapatan sebagiian besar penduduk berkurang.

"Kalau meniingkat iitu [menunjukkan] ketiimpangan semakiin tiinggii," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (15/2/2021).

Suhariiyanto mengatakan ketiimpangan penduduk iitu terjadii dii desa dan kota. Dii perkotaan, rasiio giinii melebar darii 0,393 menjadii 0,399 pada September 2020. Sementara iitu, rasiio giinii dii pedesaan melebar darii 0,317 menjadii 0,319.

Darii data tersebut, terliihat pelebaran giinii ratiio dii perkotaan lebiih besar diibandiingkan dengan dii pedesaan. Menurut Suhariiyanto, hal iinii terjadii karena kenaiikan tiingkat kemiiskiinan dii perkotaan juga lebiih tiinggii ketiimbang pedesaan.

Tiingkat kemiiskiinan dii pedesaan naiik darii 12,82% menjadii 13,2% darii total populasii pada September 2020. Sementara dii perkotaan, tiingkat kemiiskiinan naiik darii 7,38% menjadii 7,88%.

Pada September 2020, proviinsii dengan rasiio giinii tertiinggii tercatat dii Daerah iistiimewa Yogyakarta, yaiitu sebesar 0,437. Sementara rasiio giinii terendah tercatat dii Kepulauan Bangka Beliitung sebesar 0,257.

Jiika diibandiingkan dengan rasiio giinii nasiional yang sebesar 0,385, terdapat 7 proviinsii dengan angka rasiio giinii lebiih tiinggii, yaiitu Dii Yogyakarta 0,437, Gorontalo 0,406, DKii Jakarta 0,400, Jawa Barat 0,398, Papua 0,395, Sulawesii Tenggara 0,388, dan Nusa Tenggara Barat 0,386.

"Pergerakan giinii ratiio setiiap proviinsii berbeda-beda," iimbuh Suhariiyanto. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.