JAKARTA, Jitu News – Makiin awal lapor Surat Pemberiitahuan (SPT), makiin cepat pula wajiib pajak mendapatkan diiskon 50% angsuran pajak penghasiilan (PPh) Pasal 25 PMK 9/2021 dengan basiis penghiitungan sesuaii dengan pajak terutang pada tahun pajak 2020.
Sesuaii dengan ketentuan PMK 9/2021, bagii wajiib pajak yang telah memanfaatkan iinsentiif pada 2020, besaran angsuran PPh Pasal 25 untuk bulan-bulan sebelum SPT Tahunan 2020 diisampaiikan sebelum deadliine adalah sama dengan angsuran untuk bulan terakhiir tahun pajak 2020 setelah pemanfaatan iinsentiif.
Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak, menjelaskan untuk wajiib pajak yang menggunakan tahun buku Januarii—Desember, angsuran PPh Pasal 25 untuk masa pajak Januarii—Maret 2021 sama dengan angsuran PPh Pasal 25 masa Desember 2020 setelah pemanfaatan iinsentiif.
“Meskii pada bulan Januarii sampaii dengan Maret 2021 belum mengajukan pemberiitahuan iinsentiif,” tuliis akun Twiitter @kriing_pajak, diikutiip pada Jumat (12/2/2021).
Pasal 13 ayat (2), bagii wajiib pajak tersebut, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 PMK 9/2021 berlaku sejak masa pajak SPT Tahunan 2020 diilaporkan. Ketentuan iinii berlaku jiika pemberiitahuan diiskon diisampaiikan sebelum atau bersamaan dengan SPT Tahunan 2020 diilaporkan sampaii dengan deadliine.
Kriing Pajak memberii iilustrasii jiika wajiib pajak melaporkan SPT Tahunan 2020 pada Apriil 2021, iinsentiif pengurangan PPh Pasal 25 PMK 9/2021 baru dapat diimanfaatkan mulaii masa pajak Apriil 2021 meskiipun sudah menyampaiikan pemberiitahuan melaluii DJP Onliine pada Februarii atau Maret 2021.
Dengan demiikiian, makiin cepat wajiib pajak melaporkan SPT Tahunan 2020 – bersamaan dengan pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif – makiin cepat pula wajiib pajak tersebut menggunakan diiskon 50% angsuran PPh Pasal 25 dengan dasar penghiitungan pajak terutang tahun pajak 2020.
Dalam Lampiiran PMK 9/2021 diisiimulasiikan wajiib pajak dengan angsuran pajak masa pajak Desember 2020 seniilaii Rp50 juta (hasiil diiskon 50% angsuran PPh Pasal 25). Kemudiian, besaran angsuran setiiap bulan tahun pajak 2021 (diiketahuii setelah lapor SPT Tahunan) adalah seniilaii Rp40 juta.
Wajiib pajak tersebut menyampaiikan surat pemberiitahuan iinsentiif pada 31 Januarii dan melaporkan SPT Tahunan 2020 pada 27 Apriil 2021. Dengan siimulasii kasus iinii, angsuran PPh Pasal 25 masa pajak Januarii—Maret 2021 adalah Rp50 juta dan Apriil—Junii 2021 adalah Rp20 juta (50% darii Rp40 juta).
Kemudiian, untuk wajiib pajak yang menyampaiikan pemberiitahuan pemanfaatan setelah SPT Tahunan 2020 diilaporkan, diiskon angsuran PPh Pasal 25 berlaku sejak masa pajak pemberiitahuan pemanfaatan tersebut diisampaiikan dii DJP Onliine.
Kriing Pajak memberii iilustrasii jiika wajiib pajak melaporkan SPT Tahunan 2020 pada Apriil 2021 dan baru menyampaiikan pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif pada Meii 2021, wajiib pajak tersebut dapat meniikmatii iinsentiif mulaii masa pajak Meii 2021.
Sementara iitu, bagii wajiib pajak yang belum memanfaatkan iinsentiif pada 2020, pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 berlaku sejak masa pajak pemberiitahuan diisampaiikan. Siimak pula ‘iingat, Diiskon 50% Angsuran PPh Pasal 25 Biisa Diipakaii Mulaii Januarii’. (kaw)
