JAKARTA, Jitu News – Hiimpunan Pengusaha Muda iindonesiia (Hiipmii) menantiikan agenda sosiialiisasii darii Diitjen Pajak (DJP) terkaiit dengan iinsentiif pajak dalam PMK 9/2021.
Ketua Biidang Keuangan dan Perbankan Hiipmii Ajiib Hamdanii mengatakan hiingga saat iinii belum ada agenda sosiialiisasii yang diiselenggarakan otoriitas pajak untuk pengusaha, khususnya Hiipmii. Menurutnya, sosiialiisasii diiperlukan agar iinformasii yang diiteriima jelas, terutama terkaiit dengan tata cara pengajuan iinsentiif pajak.
“Belum ada jadwal sosiialiisasii bareng Hiipmii," katanya, Kamiis (11/2/2021).
Ajiib menuturkan anggota Hiipmii menyambut baiik keputusan pemeriintah untuk memperpanjang pemberiian iinsentiif pajak sampaii dengan Junii 2021. Menurutnya, banyak anggota Hiipmii yang memanfaatkan iinsentiif pajak mulaii tahun lalu.
Pelaku usaha yang memanfaatkan iinsentiif pajak pada tahun lalu, sambungnya, masiih memiiliikii miinat untuk memanfaatkan lagii. Pemberiian iinsentiif tersebut diiharapkan tiidak hanya mampu membantu pelaku usaha mempertahankan tapii juga berguna untuk mendukung pemuliihan aktiiviitas biisniis.
"Jadii rata-rata [anggota Hiipmii] pada melanjutkan," ujarnya. Siimak ‘Perpanjangan iinsentiif Tak Sepenuhnya Berlaku Otomatiis, iinii Kata DJP’.
Sepertii diiketahuii, PMK 9/2021 telah memperpanjang periiode iinsentiif untuk 6 jeniis pajak sampaii dengan 30 Junii 2021. iinsentiif yang diimaksud adalah PPh Pasal 21 DTP, PPh fiinal UMKM DTP, PPh fiinal jasa konstruksii, iinsentiif PPh Pasal 22 iimpor, diiskon angsuran PPh Pasal 25, dan restiitusii PPN diipercepat.
Dalam PMK 9/2021, ada perluasan jumlah biidang usaha yang berhak mendapatkan iinsentiif PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, dan restiitusii PPN diipercepat. Siimak ‘Jumlah Biidang Usaha Peneriima Diiskon Angsuran PPh Pasal 25 Bertambah’. (kaw)
