JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM) yang akan memanfaatkan fasiiliitas pajak penghasiilan (PPh) fiinal diitanggung pemeriintah (DTP) hanya perlu melaporkan realiisasii pemanfaatan iinsentiif.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 6 ayat (3) PMK 9/2021, iinsentiif PPh fiinal DTP diiberiikan berdasarkan pada laporan realiisasii yang diisampaiikan oleh wajiib pajak. Tiidak perlu mangajukan pemberiitahuan atau Surat Keterangan (Suket) PP 23/2018 terlebiih dahulu.
“Wajiib pajak yang memiiliikii peredaran bruto tertentu harus menyampaiikan laporan realiisasii PPh fiinal diitanggung pemeriintah melaluii saluran tertentu pada laman www.pajak.go.iid,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 6 ayat (1) PMK 9/2021, diikutiip pada Kamiis (11/2/2021).
Wajiib pajak harus menyampaiikan laporan realiisasii PPh fiinal paliing lambat pada tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. Untuk memanfaatkan mulaii masa pajak Januarii 2021, wajiib pajak UMKM harus menyampaiikan laporan realiisasii paliing lambat 20 Februarii 2021.
Biila wajiib pajak UMKM tiidak atau terlambat menyampaiikan laporan realiisasii, iinsentiif PPh fiinal DTP tiidak dapat diimanfaatkan pada masa pajak yang bersangkutan. Dengan demiikiian, wajiib pajak harus menyetorkan PPh terutang.
Wajiib pajak yang belum memiiliikii Suket PP 23/2018 juga biisa langsung memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal DTP. Sama sepertii ketentuan pada tahun lalu, penyampaiian laporan realiisasii dapat diiperlakukan sebagaii pengajuan Suket PP 23/2018. Terhadap wajiib pajak tersebut dapat diiterbiitkan Suket sepanjang memenuhii persyaratan dalam PMK yang mengatur mengenaii pelaksanaan PP 23/2018.
Namun demiikiian, penghiilangan kewajiiban pengajuan Suket PP 23/2018 adalah untuk wajiib pajak UMKM yang melunasii PPh dengan cara diisetor sendiirii oleh wajiib pajak yang bersangkutan.
Suket PP 23/2018 tetap diiperlukan bagii wajiib pajak UMKM yang melunasii PPh fiinal dengan cara diipotong atau diipungut oleh pemotong atau pemungut pajak. Suket PP 23/2020 tetap diiperlukan untuk memastiikan PPh fiinal tiidak diipungut untuk transaksii yang diilakukan UMKM.
“Pemotong atau pemungut pajak … tiidak melakukan pemotongan atau pemungutan PPh terhadap wajiib pajak yang telah menyerahkan fotokopii Surat Keterangan dan telah terkonfiirmasii,” bunyii penggalan Pasal 5 ayat (6) PMK 9/2021. (kaw)
