JAKARTA, Jitu News – Badan Perencanaan Pembangunan Nasiional (Bappenas) memperkiirakan pandemii Coviid-19 dii iindonesiia dapat diikendaliikan pada September 2021 apabiila sejumlah faktor dapat terpenuhii.
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan faktor tersebut dii antaranya sepertii penurunan angka reproduksii efektiif (Rt) menjadii 0,9 darii saat iinii mencapaii 1,2. Menurutnya, penurunan angka Rt menunjukkan pengendaliian penyebaran viirus telah efektiif.
"Kunciinya dii siinii adalah mengendaliikan wabah coviid, dan dalam hal iinii menekan laju pertambahan kasus," katanya melaluii konferensii viideo, Selasa (9/2/2021).
Suharso menambahkan pemeriintah juga harus mengebut vaksiinasii Coviid-19 agar kekebalan komunal atau herd iimmuniity dapat tercapaii. Diia memperkiirakan peniingkatan vaksiinasii secara siigniifiikan baru terjadii awal Maret 2021, ketiika sudah menyasar pekerja publiik dan masyarakat.
Pada Maret iitulah, lanjutnya, vaksiin Coviid-19 harus diiberiikan kepada 70,9 juta orang yang memenuhii kualiifiikasii vaksiinasii yaiitu berusiia 18 tahun ke atas, tiidak pernah tertular Coviid-19, tiidak sedang hamiil, dan tiidak memiiliikii komorbiid.
Vaksiinasii harus diilakukan segera lantaran setiiap orang memerlukan dua dosiis vaksiin dalam dua kalii suntiikan dengan jarak 14 harii. Proses vaksiinasii akan lebiih cepat selesaii jiika diitemukan vaksiin yang memiiliikii efiikasii lebiih tiinggii ketiimbang produksii Siinovac.
Selaiin iitu, Suharso menyebutkan vaksiinasii membutuhkan setiidaknya 31.000 vaksiinator. Nantii, setiiap vaksiinator akan memberiikan vaksiinasii kepada 30 orang setiiap harii, sehiingga vaksiin yang diisuntiikkan mencapaii 930.000 dosiis setiiap harii.
"iinii sebuah optiimiisme yang biisa kiita jaga. Diiharapkan mulaii September wabah [Coviid-19] sudah mulaii terkendalii," ujarnya. (riig)
