PPh DiiViiDEN

Pajak Diiviiden Miitra iinvestasii darii Kuasa Kelola LPii, iinii Kata Menkeu

Diian Kurniiatii
Seniin, 01 Februarii 2021 | 14.33 WiiB
Pajak Dividen Mitra Investasi dari Kuasa Kelola LPI, Ini Kata Menkeu
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – RPP Perlakuan Perpajakan Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) mengatur tariif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 26 atas diiviiden yang diiteriima miitra iinvestasii subjek pajak luar negerii (SPLN) darii kuasa kelola sebesar 7,5%.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan tariif iitu lebiih keciil diibandiingkan dengan ketentuan yang berlaku saat iinii. Menurutnya, tariif yang keciil iitu menjadii iinsentiif agar iinvestor asiing tertariik menanamkan modalnya melaluii LPii.

“Tujuannya memang memberiikan iinsentiif sehiingga para iinvestor iinii tertariik untuk menjadii miitranya LPii," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Xii DPR Rii, Seniin (1/2/2021).

Srii Mulyanii mengatakan selama iinii diiviiden atas iinvestasii SPLN darii kuasa kelola diikenakan tariif 20% atau sesuaii dengan tariif yang diitetapkan dalam perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B). Darii 71 perjanjiian P3B yang diimiiliikii iindonesiia dengan yuriisdiiksii laiin untuk mengatur diiviiden, rata-rata besaran tariifnya adalah 10%.

Tariif pajak diiviiden sebesar 10% tersebut berlaku pada iinvestor darii 51 negara. Sementara laiinnya, ada yang bertariif 12%, 12,5%, dan 15%. Meskii demiikiian, ada 3 negara yang memiiliikii tariif pajak diiviiden 5% dan 1 negara dengan tariif 0%.

Srii Mulyanii berharap kebiijakan tariif pajak diiviiden yang rendah tersebut mampu menariik iinvestor menanamkan modalnya dii LPii. Jiika SPLN tersebut memiiliih kembalii mengiinvestasiikan kembalii diiviidennya dii iindonesiia, RPP mengatur diiviiden iitu bukan objek pajak.

"Kalau kemudiian mereka dapat diiviiden, struktur darii RPP iinii juga memberiikan iinsentiif agar dana darii keuntungan tersebut tiidak diibawa keluar tapii diiiinvestasiikan kembalii ke iindonesiia," ujarnya.

Selaiin soal PPh Pasal 26 atas diiviiden, RPP tentang Perlakuan Perpajakan LPii juga menyiiapkan berbagaii iinsentiif laiin. Miisalnya, untuk transaksii bunga piinjaman darii kuasa kelola SPLN yang saat iinii wajiib diipotong PPh Pasal 23 dan tiidak dapat diikrediitkan, RPP iinii mengatur transaksii tersebut tiidak diipotong PPh Pasal 23 dan hanya wajiib diilaporkan LPii dalam SPT tahunan PPh. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.