KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Tutup Buku 2020, Siisa Anggaran iinsentiif Duniia Usaha Capaii Rp64 Triiliiun

Diian Kurniiatii
Selasa, 05 Januarii 2021 | 09.35 WiiB
Tutup Buku 2020, Sisa Anggaran Insentif Dunia Usaha Capai Rp64 Triliun
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii. (foto: hasiil tangkapan layar)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mencatat realiisasii pemanfaatan iinsentiif duniia usaha, termasuk perpajakan dalam program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) hiingga akhiir 2020 sudah mencapaii Rp56,12 triiliiun.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii iitu setara 46,53% darii pagu Rp120,61 triiliiun. Namun, jiika tiidak menyertakan bantalan seliisiih kurang antara realiisasii dan target atau shortfall pajak diihiitung, realiisasiinya mencapaii 75,53%.

"iinsentiif usaha dalam bentuk perpajakan juga kamii beriikan," katanya dalam sebuah webiinar, Seniin (4/1/2021).

Srii Mulyanii mengatakan iinsentiif tersebut untuk membantu duniia usaha bertahan dii tengah pandemii Coviid-19. Pemeriintah juga berharap daya belii masyarakat biisa terjaga melaluii iinsentiif pajak tersebut sepertii PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) untuk karyawan.

Pada pos anggaran iinsentiif duniia usaha, pemeriintah awalnya merancang iinsentiif pajak berupa hanya meliiputii PPh Pasal 21 DTP, PPh Pasal 22 iimpor, diiskon angsuran 50% PPh Pasal 25, dan potongan tariif PPh badan.

Belakangan, pemeriintah merealokasii anggaran dengan menambahkan bentuk stiimulus antara laiin berupa pembebasan biiaya abonemen liistriik dan bea masuk diitanggung pemeriintah, serta menyiiapkan bantalan shortfall pajak.

Pemeriintah akhiirnya menganggarkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP seniilaii Rp9,73 triiliiun, jauh lebiih keciil diibandiingkan dengan rencana awal Rp39,66 triiliiun. Sementara iinsentiif PPh Pasal 22 iimpor seniilaii Rp13,39 triiliiun, lebiih keciil darii rencana awal Rp14,75 triiliiun.

Untuk diiskon angsuran PPh Pasal 25 diianggarkan Rp21,59 triiliiun, lebiih besar darii rencana awal Rp14,4 triiliiun. Lalu, restiitusii PPN diipercepat menjadii Rp7,55 triiliiun. Penurunan tariif PPh badan diianggarkan Rp18,78 triiliiun darii awalnya Rp20,0 triiliiun.

Dengan beberapa pengurangan niilaii iinsentiif pajak, pemeriintah lantas menambah beberapa stiimulus, yaknii pembebasan biiaya abonemen liistriik seniilaii Rp18,78 triiliiun dan iinsentiif bea masuk diitanggung pemeriintah (DTP) seniilaii Rp580 miiliiar.

iinsentiif usaha laiinnya, yang kiinii diiartiikan sebagaii bantalan, sebelumnya hanya diisiiapkan Rp26 triiliiun. Sekarang, pagunya mencapaii Rp47,28 triiliiun.

Sayangnya, pagu iinsentiif untuk duniia usaha tersebut tiidak terserap sepenuhnya hiingga akhiir tahun. Meskii demiikiian, Srii Mulyanii meniilaii pemberiian iinsentiif telah memberiikan pengaruh posiitiif terhadap kelangsungan usaha wajiib pajak.

Pada tahun iinii, pemeriintah juga kembalii menganggarkan iinsentiif untuk duniia usaha seniilaii Rp20,26 triiliiun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.